NASIONAL

Minggu, 14 Januari 2018 | 03:01 WIB

PDIP: Mahar Politik Ruwet Ditafsirkan

Ahmad Farhan Faris
PDIP: Mahar Politik Ruwet Ditafsirkan
Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan mahar politik yang dimintai kepada bakal calon kepala daerah untuk bisa diusung oleh partai politik itu multitafsir.

"Beda definisi dan persepsi saja," kata Hendrawan kepada INILAHCOM, Sabtu (13/1/2018).

Anggota DPR RI ini menjelaskan mahar politik itu ada yang mengartikan sama dengan biaya politik (saksi dan sosialisasi), tapi ada juga yang mengartikan biaya politik plus fee untuk makelar politik.


"Ada pula yang menafsirkan sebagai biaya politik ditambah fee plus biaya pemenangan, jadi ruwet," ujarnya.

Untuk diketahui, maraknya mahar politik ini berawal dari cuitan La Nyalla Mattalitti yang dimintai uang untuk mendapatkan rekomendasi atau tiket maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Pasalnya, La Nyalla diminta uang supaya mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 oleh Gerindra sebesar Rp 40 miliar.[ris]
#MaharPolitik #Pilkada2018
BERITA TERKAIT
Lebaran Diharap Cairkan Suhu Politik
Wakapolri Harap Pilkada Serentak Kondusif
H+1 Lebaran, Ini Pesan OSO Jelang Pilkada
Cagub Karolin Ajak Perempuan Bangun Kalbar
Dua Anak Puti Harap Pariwisata Jatim Dimaksimalkan
(Pilkada Kalbar 2018) Survei: Elektabilitas Karolin-Gidot Masih Unggul
Perlunya Dibangun Breakwater di Kuala Mempawah

ke atas