NASIONAL

Minggu, 14 Januari 2018 | 05:06 WIB

Hanura Sebut Mahar Politik Kemaksiatan Pilkada

Ahmad Farhan Faris
Hanura Sebut Mahar Politik Kemaksiatan Pilkada
Ketua DPP Partai Hanura, Abdul Azis Khafia (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura, Abdul Azis Khafia mengatakan mahar politik yang dibebankan kepada bakal calon kepala daerah untuk partai politik merupakan kemaksiatan dalam pilkada.

"Mahar politik, uang operasional, uang saksi atau apapun terminologinya. Menurut pandangan saya adalah sebuah kemaksiatan dalam pilkada," kata Azis kepada INILAHCOM, Sabtu (13/1/2018).

Anggota DPD RI ini menjelaskan seorang kandidat yang mengawali proses kontestasinya dengan mengedepankan uang, maka hampir dapat dipastikan akan korupsi.

"Untuk itu, proses rekrutmen kandidat bagi yang akan maju dalam pilkada hendaknya mengedepankan kualitas calon serta gagasan masa depannya, bukan seberapa modal kapital yang ia punya," ujar Senator asal DKI ini.

Untuk diketahui, maraknya mahar politik ini berawal dari cuitan La Nyalla Mattalitti yang dimintai uang untuk mendapatkan rekomendasi atau tiket maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Pasalnya, La Nyalla diminta uang supaya mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 oleh Gerindra sebesar Rp 40 miliar.[ris]
#MaharPolitik #Pilkada2018
BERITA TERKAIT
Khofifah Ajak Puti Guntur Bangun Jawa Timur
Jadi Caleg DPR, Puti Guntur Datangi Rumah Khofifah
4.000 Polisi Jaga Pemilukada Ulang Sampang
3.000 Polisi Amankan Pemungutan Ulang di Sampang
Ini Pengakuan Siswa Yang Diculik Gurunya
Komitmen Kampanye Damai, Ini Pesan Sandiaga
KPU RI : Kampanye Tak Boleh SARA

ke atas