NASIONAL

Minggu, 14 Januari 2018 | 08:15 WIB

Hanura Tak Kenal Mahar untuk Calon Kepala Daerah

Ahmad Farhan Faris
Hanura Tak Kenal Mahar untuk Calon Kepala Daerah
Ketua DPP Partai Hanura, Abdul Azis Khafia (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura, Abdul Azis Khafia mengatakan partainya untuk mengusung bakal calon kepala daerah didasarkan pada proses dan tahapan yang berjenjang bukan mengutamakan mahar atau uang.

"Hanura menentukan kandidat yang akan diusung didasarkan pada proses dan tahapan yang berjenjang, mulai dari masukan dan proses seleksi pada level yang paling bawah," kata Azis kepada INILAHCOM, Sabtu (13/1/2018).

Anggota DPD RI ini menjelaskan proses seleksi dimulai dari level bawah yakni Dewan Pimpinan Cabang (kota/kabupaten) untuk mengusulkan kepada Dewan Pimpinan Daerah (provinsi), kemudian disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Di DPP sendiri ada tim pemenangan yang melakukan pantauan, kajian dan analisa kandidat," ujar Senator asal DKI Jakarta ini.

Menurut dia, dalam hal biaya (cost) pilkada tentu partainya bersama koalisi partai koalisi dan calon secara bersama-sama mencari untuk keperluan kampanye.


"Bersumber dari partisipasi berbagai elemen dan perorangan yang kesemuanya dilaporkan secara terbuka, Hanura tidak mengenal mahar dalam pengusungan calon," jelas dia.

Ia mengatakan kalau memang calon mengeluarkan dana, tentu ya untuk membiayai dirinya kampanye. Sebab, partai hanya menyeleksi dan memberi kesempatan untuk calon mengikuti kontestasi pilkada.

"Jadi biaya politik dikeluarkan kandidat setelah ditunjuk oleh partai untuk keperluan kampanye, sosialisasi dan konsolidasi," tandasnya.

Untuk diketahui, maraknya mahar politik ini berawal dari cuitan La Nyalla Mattalitti yang dimintai uang untuk mendapatkan rekomendasi atau tiket maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Pasalnya, La Nyalla diminta uang supaya mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 oleh Gerindra sebesar Rp 40 miliar.[ris]
#MaharPolitik #Pilkada2018
BERITA TERKAIT
Logistik Pilkada Mulai Didistribusi ke Pamekasan
Polda Sumut Sudah Petakan Titik Rawan Pilkada
TNI Janjikan Netralitas Prajurit di Pilkada Jatim
Perludem: Mahar Politik Itu Seperti Kasus Suap
Bawaslu Diharap Tindak Aksi Mahar Politik
IPC Sebut Mahar Politik di Parpol Sulit Dibuktikan
Pilkada Papua Tetap Antisipasi Ancaman KKB

ke atas