EKONOMI

Jumat, 27 Maret 2009 | 11:02 WIB

Investor Asing Harus Diminimalisir

Samsul Maarif
Investor Asing Harus Diminimalisir
Ichsanudin Noorsy

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah diharapkan bisa meminimalisir ketergantungan pada investor asing guna menuju kemandirian ekonomi. Menurut pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy, sebagai pihak regulator atau otoritaspasar modal diharapkan dapat membuat regulasi yang ketat guna peningkatan kinerjaserta kontribusinya terhadap perbaikan kondisi ekonomi tersebut. Ichsanudin mencontohkan semisal pembuatan peraturan investasi portofolio oleh investor asing yang telah menguasai sekitar 60% hingga 70% portofolio di industri pasar modal."Untuk meredam anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mungkin otoritas bisa membuat peraturan yang mengharuskan portofolio jangka pendek milik investor asingmenanamkan investasinya minimal 4 bulan. Ini sekaligus bisa menjaga resistensi disaatkrisis," kata Ichsanudin di Jakarta, Jumat (27/3).Ichsanudin mengungkapkan hal ini telah dilakukan sejumlah negara seperti Malaysiadan China yang terbukti ampuh meredam kejatuhan indeks bursanya. "Jika terjadi krisis, investor asing tidak bisa langsung menarik dananya dari Indonesia sehingga dapat meminimalisasi ambruknya industri keuangan," ujarnya.Disisi lain Ichsanudin yang terbilang malang melintang di dunia ekonomi juga menegaskanloyalitas investor domestik baik ritel maupun institusi juga harus dipacu untuk menanamkan investasinya di industri dalam negeri. "Liberalisasi industri pasar modal memang tidak bisa dihindari, tapi setidaknya pemerintah juga harus berani mengambil kebijakan yang mendorong investor domestik," tuturnya

Selanjutnya Ichsanudin juga menyatakan guna membangun kemandirian ekonomi, pemerintahdiharapkan mengurangi ketergantungannya pada investor asing. Alasannya, perekonomian suatu bangsa yang masih mengandalkan dana-dana asing itu merupakan bentuk ketidakpercayaan diri. "Itu kan sama saja menyerahkan diri pada asing, padahal asing itu sedang berusaha menyelamatkan diri karena ambruknya perekonomian global. Kok malah kita menggantungkan diri pada asing yang nota bene selalu kabur setelah mengambil keuntungan dari Indonesia," terangnya. Ichsanudin menambahkan sebenarnya Indonesia masih memiliki kekuatan perekonomian yang cukup kuat untuk mempertahankan diri. Sedangkan keberadaan asing masuk pada investasi dalam negeri dengan sifat strategi hanya tabrak lari. Dalam arti mereka masuk sesaat setelah mendapatkan untung langsung kabur. "Masak Indonesia mau menggantungkan diri pada investasi yang seperti itu, yang ada malah Indonesia cuma menjadi hisapan saja. Ini harus segera dihentikan ketergantungan Indonesia pada investasi asing," pungkasnya.

#investor
BERITA TERKAIT
Kurang Pupuk, Tulungagung Diminta Verifikasi Lahan
KLHK Dorong Investor Masuk Gunung Halimun-Salak
Surabaya Terlarang untuk Pedagang Baju Bekas Impor
Begini Ide Rizal Ramli Bikin Sehat BPJS Kesehatan
Atasi Lahan Kritis, KLHK Punya KBR untuk Perbaikan
Mitra Binaan CSR PLN Peduli Go Internasional
Astra Agro Raih Nusantara CSR Award 2019 (Lagi)

kembali ke atas