METROPOLITAN
twitter facebook
Rabu, 22 Desember 2010 | 11:23 WIB

Kapolda Minta Insiden Terjun Payung Tak Terulang

Oleh: Bayu Hermawan
Kapolda Minta Insiden Terjun Payung Tak Terulang
Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman - Foto: Istimewa

INILAH.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mengingatkan pentingnya pengecekan peralatan yang akan digunakan untuk setiap operasi. Sutarman tidak ingin terjadi kembali insiden jatuhnya anggota Brimob Kelapa Dua bernama Bripda Laksan Sanjani (20) terulang kembali.

"Kita harus memperhatikan beberapa faktor keselamatan mengecek keselamatan pas akan terjun. Dalam penerjun, kita harus mengecek peralatan sebelum berangkat apakah gulungan payung sudah benar dan bisa berkembang dengan baik itu ada prosedurnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/12/2010).

"Begitu tidak twis kita harus buang dulu payung utama baru kita gunakan payung cadangan kalau tidak twis lagi. Ya nasib," tambahnya.

Sutarman menjelaskan setiap kecelakaan akan dievaluasi dari semua aspek, termasuk umur peralatan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana perawatan terhadap peralatan itu.

"Mungkin baru tapi sebaru apapun tapi tidak dirawat baik karena namanya payung ada tali temali yang harus diposisikan yang sangat benar kalau pengaturan peralatan sudah baik, seperti membeli baru. Selain itu, juga faktor kondisi peralatan dan faktor kejelian dalam mengecek peralatan dan faktor keterampilan anggota," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Brimob Kelapa Dua bernama Bripda Laksan Sanjani (20) mengalami luka pada tengkuk leher akibat mendarat di atap rumah warga saat menjalani latihan terjun payung, Senin (20/12/2010) siang.

Pemilik rumah Abdi Manaf mengatakan korban terluka setelah mendarat di atap rumahnya dan terjerembab hingga menghantam asbes kediaman yang berlokasi di Komplek Kejaksaan Agung Blok A Nomor 31 Rt. 06/08 Ciputat. [bar]

Berita Terkait
Kembali ke atas