INILAHKORAN.COM - POKOK DAN TOKOH
twitter facebook
Minggu, 27 Februari 2011 | 12:10 WIB

Petik Dawai Kecapi, Tari Raih Perak di Korea Utara

Oleh: Benny Bastiandy
Petik Dawai Kecapi, Tari Raih Perak di Korea Utara
Tari Pinasti (17) - inilah.com

INILAH.COM, Cianjur - Di usianya yang tergolong masih remaja, pengalaman Tari Pinasti (17) dalam bidang seni patut diacungi jempol. Tak hanya di lingkup Kabupaten Cianjur, tari sudah pernah melanglang buana ke bebeberapa negara untuk mengikuti kegiatan festival seni.

Kemampuannya memetik dawai kecapi, membawa anak pasangan Tatang Setiadi (53) dan Iim Suprihatin (46) ini mengikuti 'The 22nd April Spring Friendship Art Festival 2004' di Pyongyang, Korea Utara pada 10-13 April 2004 saat berusia 10 tahun.

Hebatnya, saat itu Tari menyabet medali perak. Padahal, saat itu ia bersaing dengan peserta dari 59 negara lainnya. Tari hanya kalah dari peserta dewasa dari Rusia yang membawakan orkestra. Saat itu, Tari membawakan Rajah Cianjur dan sebuah lagu Korea Utara berjudul Sam Day Ya Ranga dengan iringan kecapi yang dipetiknya.

Namun prestasi yang disabet Ade -sapaan akrabnya- tidak banyak diketahui, termasuk oleh Pemkab Cianjur. Keberangkatannya ke Korea Utara bukan sebagai duta Cianjur, tapi mewakili Provinsi Jabar. Padahal kesenian yang dibawakannya merupakan seni tanah kelahirannya, Cianjur yakni tembang Cianjuran.

“Saat itu, anak saya menjadi perhatian semua peserta dan penonton. Bagaimana tidak, anak kecil mampu mengalahkan para peserta yang notabene sudah dewasa. Bahkan saat pemberian hadiah langsung diberikan oleh salah satu Jenderal terkenal di Negeri Komunis itu,” terang Tatang kepada INILAH.COM, Minggu (27/02/2011).

Bakat yang dimiliki Tari ternyata diturunkan sang ayah, Tatang Setiadi. Sejak usia 5 tahun, Tatang sudah mencekoki Tari dengan seni. Alhasil, Tari tak hanya piawai memetik kecapi, tapi juga berbagai alat gamelan lainnya. "Selama ini, memang bapak yang mengajari Tari berkesenian, salah satunya kecapi," ucap Tari.

Selain kecapi, Tari juga belajar seni tari. Tarian pertama yang dikuasai anak ketiga dari 3 bersaudara ini terbilang cukup berat, yakni dua tarian Sunda Sekar Putri dan Purba Sari. Semua keterampilan berkesenian diajarkan langsung oleh sang ayah.

“Saya tidak ngoyo mengharuskan anak-anaknya menggeluti kesenian. Dari tiga anak, semua menggeluti kesenian, dan Tari memiliki bakat yang luar biasa dibanding dua kakaknya,” ujar Tatang.[den]

Kembali ke atas