NASIONAL
twitter facebook
Senin, 18 April 2011 | 16:35 WIB
Saksi Ahli Ba'asyir

Latihan Militer Wajib dan Bermanfaat

Oleh: Santi Andriani
Latihan Militer  Wajib dan Bermanfaat
Abu Bakar Ba'asyir - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta- Saksi ahli terdakwa terorisme Abu Bakar Ba'asyir, KH Mudzakir menegaskan, bahwa idad atau latihan militer di Aceh hukumnya wajib sebagai bekal untuk berjihad.

"Idad hukumnya wajib, jihad fisabillilah, jihad hukumnya wajib. Hukum dari idad," tandas saksi ahli dari MUI Solo yang dihadirkan Kuasa Hukum Baasyir itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011).

Mudzakir menjelaskan idad menjadi wajib hukumnya selama tidak ada aturan lain yang menyatakan bahwa idad adalah kegiatan yang tidak diwajibkan.

Karena merupakan hal yang wajib dilakukan bagi umat Islam dalam rangka untuk melakukan jihad, terang Mudzakir, hal-hal yang boleh dilakukan didalamnya pun diatur. Termasuk kebolehan menggunakan senjata api.

"Orangnya harus bersiap untuk berjihad, berlatih diri menunggang kuda. Kalau ada senjata orang tidak terampil maka tidak ada artinya idad itu," sambung Mudzakir.

Di lapangan, terang Mudzakir, idad juga ternyata bermanfaat bagi masyarakat yaitu pada situasi dan kondisi tertentu. Dia mencontohkan, ketika terjadi kerusuhan di Solok, Sumatera Barat pada 23 Oktober 2009 silam yaitu ketika Gus Dur terpilih jadi Presiden.

Saat itu, kata dia ada pembakaran dan kerusakan gedung balai kota, bank BCA dan rumah penduduk, sementara tentara dan polisi tidak berbuat apa-apa. Kemudian ada beberapa pemuda Islam berkeliling membawa senjata tajam untuk mengejar para perusuh, kemudian reda.

"Kejadian itu tentu tidak akan bisa kalau mereka tidak berlatih, karena ada idad dimanfaatkan," bebernya. [mvi]

Berita Terkait
Kembali ke atas