METROPOLITAN
twitter facebook
Kamis, 1 Oktober 2009 | 20:02 WIB

Taman Laut Takabonerate, Ikon Baru Sulsel

Oleh: Salviah Ika Padmasari
Taman Laut Takabonerate, Ikon Baru Sulsel
Takabonerate - ist
INILAH.COM, Makassar - Toraja selama ini menjadi ikon pariwisata Sulsel. Kini Pemprov Sulsel mulai memperkenalkan kawasan Taman Laut Takabonerate di Kabupaten Selayar sebagai ikon baru pariwisata Sulsel.

Rencananya, perkenalan Takabonerate dalam bentuk Takabonerate Islands Expedition 2009 dimulai pada 16 hingga 25 Oktober 2009 mendatang.

Berdasarkan penelitian CoreMap, salah satu badan di Dinas Perikanan dan Kelautan, Taman Laut Takabonerate yang terletak di Pulau Selayar ini keindahan bawah lautnya adalah terbesar 3 dunia setelah taman laut di kepulauan Marshall dan Maladewa. Demikian juga dari sisi luasnya, Takabonerate terluas pertama di dunia yakni seluas 320,656 kilometer persegi.

Kepala Dinas Pariwisata Sulsel MS Mallombassi dalam keterangan pers di kantornya, Makassar, Kamis (1/10) menjelaskan, Takabonerate Islands Expedition 2009 ini dibagi dalam 2 event, yakni marine event dan underwater exhibition.

Marine event berupa International Fishing Competition, yakni lomba memancing untuk memperebutkan uang tunai senilai Rp 200 juta dan 2 unit mobil. Underwater exhibition berupa kegiatan diving dan snorkling. Kemudian pleasure atau jelajah pulau yang dilakukan di atas kapal TNI AL yang dibuat sebagai hotel terapung.

Lalu culture event dalam bentuk Festival Budaya Konjo, aktraksi musik dan tari tradisional. Adapun kegiatan pendukung antara lain bakti sosial kesehatan berupa pengobatan gratis dan bakti lingkungan berupa penanaman mangrove.

"Di atas kapal nanti digelar workshop untuk menetapkan agenda pariwisata tahunan di Sulsel," kata Mallombassi.

Rencananya, tutur dia, dalam expedition Takabonerate ini akan dimanfaatkan untuk menggali nilai plus Takabonerate yang masih terpendam. Selanjutnya dipatenkan pada festival berikutnya yang direncanakan tahun 2011 mendatang. Dalam Takabonerate Islands Expedition 2009 ini melibatkan 300 penyelam se-Indonesia dan kelompok pemancing dari 6 negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Korea, dan Filipina. [sss]
Kembali ke atas