METROPOLITAN
twitter facebook
Kamis, 7 Juli 2011 | 02:30 WIB

Bank Mega berikan jawaban atas Gugatan Pemalsuan

Oleh: Renny Sundayani
Bank Mega berikan jawaban atas Gugatan Pemalsuan
IST

INILAH.COM, Jakarta - Sidang kedua gugatan perdata PT Elnusa Tbk terhadap Bank Mega kembali digelar. Sidang kali ini mengagendakan penyampaian jawaban gugatan di PN Jakarta Selatan.

Sidang berjalan cepat lantaran jawaban gugatan tergugat tidak dibacakan dimuka persidangan. Menurut kuasa hukum PT Elnusa Arief Purwadi, jawaban tidak dibacakan dimuka persidangan sudah dianggap sebuah jawaban.

"Meskipun tidak dibacakan namun kami tadi sudah bersepakat dan menganggap jawaban gugatan klien kami sudah dibacakan. Kalau di perdata memang seperti itu, dibaca atau tidak ya anggap sudah dibaca. Mengenai isi jawabannya sendiri kami juga belum tahu," kata Arief, Rabu (6/7/2011).

Saat ditanya perihal bukti berupa data dari Bank Mega yang dinilai palsu oleh PT Elnusa, Arief mengaku belum melihat pembuktiannya.

"Kita memang belum tahu pembuktiannya. Nah sekarang kita tunggu saja. Kenyataannya kan seluruh prosesnya ada di Bank Mega bukan di Elnusa," terangnya.

"Dan kesemuannya dokumen itu diproses oleh Bank Mega, dan
menurut pihak kepolisian itu palsu. Jadi kita lihat seharusnya kalau prosesnya dibuat oleh dokumen palsu itu bukan Elnusa yang buat dong, Elsnusa enggak ikut ikutan prosesnya di Bank Mega uangnya keluar dokumennya palsu dan nanti akan kita tanya di pembuktian pada sidang selanjutnya," tandasnya.

Mengenai apakah akan menyertakan bukti surat dari BI, pihak Elnusa baru akan meminta ke BI.

"Kita sedang coba membuat surat ke pihak BI paling tidak kami meminta BI menjadi saksi walaupun tipis kemungkinan karena BI itukan independen. Tapi kalau tidak bisa datang menjadi saksi namun menyertakan surat atau keterangan khusuus saja itu kami anggap sudah bagus," terangnya.

Sementara itu kuasa hukum Bank Mega Erick Pontoh enggan berkomentar banyak terkait kasus gugatan PT Elnusa. "Jawabnya apa ya, ya itu jawab gugatan Elnusa." tukasnya.

Kasus ini mencuat pascabobolnya deposito berjangka sebesar Rp 111 miliar yang ditempatkan di Bank Mega cabang Jababeka, Cikarang. Deposito tersebut sudah tersimpan di Bank Mega sejak September 2009.

Sebagaimana diketahui, Elnusa merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang pemrosesan dan penjualan minyak dan gas. 41,67% saham Elnusa dimiliki oleh Pertamina. [lal]

Berita Terkait
Kembali ke atas