EKONOMI
twitter facebook
Kamis, 13 Maret 2008 | 06:45 WIB

TRUB Muluskan IPO Truba Jaya

Oleh: Asteria
TRUB Muluskan IPO Truba Jaya
Istimewa
INILAH.COM, Jakarta Permulus listing PT Truba Jaya Engineering. Itu tujuan ekspansi usaha PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). Mereka memang harus mengurangi depedensi kepada anak usahanya itu.
Saat ini, 75% atau mayoritas pendapatan TRUB adalah kontribusi Truba Jaya. Dan, itu menghambat rencana Truba Jaya untuk melakukan IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memang tidak mengizinkan perusahaan melakukan penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO) selama masih memiliki keterkaitan keuangan dengan perusahaan terbuka lainnya.
Direktur Utama TRUB Sidarta Sidik, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (12/3), menyatakan bahwa persereoan akan melaksanakan ekspansi usaha dalam waktu dekat untuk mengurangi depedensi kepada Truba Jaya sebagai anak usahanya.
BEI melarang pencatatan PT Truba Jaya karena memberikan kontribusi 50% lebih terhadap pendapatan perusahaan induk. BEI menginginkan kontribusi PT Truba Jaya dikurangi hingga separonya.
"Kami menginginkan ada ekspansi untuk mengurangi kontribusi Truba Jaya hingga di bawah 50%," ujar Sidarta. Ia membantah akuisisi oleh PT Centra Proteinaprima Tbk (CPRO) sebagai jalan pintas memperoleh kontribusi pendapatan menggantikan PT Truba Jaya.
"Dengan Dipasena (anak usaha CPRO), kami masih dalam bentuk kerja sama. Belum ada rencana akuisisi mereka kepada perusahaan kami," kata Sidarta yang baru diangkat dalam RUPSLB TRUB.
PT Truba Jaya Engineering adalah anak perusahaan TRUB. Mulanya, Februari 2008, Truba Jaya akan melakukan IPO. Tapi, terhambat aturan BEI yang menyebutkan, bila perusahaan induk dan anak usahanya ingin tercatat di bursa, dependensinya tidak boleh lebih dari 50%.
Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito menyatakan, TRUB telah melanggar peraturan bursa tentang chain listing dan harus membuktikan dirinya independen secara keuangan. Setelah itu, baru Truba Jaya sebagai anak usaha TRUB bisa melakukan IPO.
"Harusnya Truba Jaya sudah IPO. Ditunda karena terbentur peraturan. TRUB harus lebih dulu membuktikan mampu independen, baru Truba Jaya bisa IPO. Kami masih menunggu laporan keuangan TRUB. Bisa laporan keuangan kuartal empat atau tiga 2007," ujar Eddy.
Analis BNI Securities Maxi Liesyaputra, dalam risetnya mengungkapkan, sepanjang 2007 perseroan mencatat peningkatan penjualan signifikan 55% menjadi Rp 1,5 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.
Dengan peningkatan efisiensi, laba kotor naik hampir dua kali lipat atau 178% menjadi Rp 334,7 miliar. Begitu pula laba usaha. Tercatat naik hampir tiga kali lipat, yakni 298%, menjadi Rp 178 miliar.
Di luar level operasional, kinerja TRUB diuntungkan oleh peningkatan pendapatan hasil investasi menjadi Rp 138,1 miliar dari Rp 26,8 miliar pada 2006. Laba bersih perseroan pun melonjak signifikan 509% menjadi Rp 212,7 miliar.
"Seiring makin tingginya kebutuhan infrastruktur dan tren kenaikan harga batubara, TRUB mampu mencatat peningkatan kinerja yang menggembirakan. Marjin kotor dan marjin usaha juga meningkat signifikan," papar Maxi. [E1/I3]



Kembali ke atas