NASIONAL
twitter facebook
Rabu, 12 Oktober 2011 | 07:45 WIB

Inilah Cara Tukar Uang di Mekah

Oleh:
Inilah Cara Tukar Uang di Mekah
beritajatim.com

INILAH.COM, Mekkah-Jika tak banyak membawa uang riyal dari Indonesia dan mau menukarkan uang rupiah atau dolar di Mekah, caranya tak sulit. Datang saja ke jasa money changer.

Kementerian Agama Republik Indonesia melansir, di dekat Masjidil Haram, tepatnya di deretan kios di Gaza, beberapa kios menjual jasa menukarkan uang. Nilai 1 riyal Rp 2439. Sedangkan 100 USD (Seratus dolar Amerika Serikat) bernilai 374 riyal.

Namun, bagi calon jamaah haji tetap harus waspada. Kalau bisa jangan membawa perhiasan yang mencolok atau uang banyak saat ke Masjidil Haram atau keluar pemondokan. Bawa uang secukupnya. Jika keluar pemondokan usahakan, tidak sendiri. Tapi ada temannya. Yang lebih penting, usahakan jangan terpisah dari rombongan.

Sementara itu, jamaah calon haji Indonesia, Selasa (11/10/2011), mulai berdatangan di Mekah setelah selama sembilan hari berada di Madinah untuk menjalankan Arbain dan ziarah.

"Mulai hari ini jamaah sudah mulai terus berdatangan sampai nanti jelang puncak haji," kata Kepala Sektor 3 Shoim Munawar.

Mulai berdatangan jamaah calon haji Indonesia di Mekah diawali dengan kedatangan 447 jamaah yang berasal dari kelompok terbang (kloter) BTH 1 yang merupakan jamaah dari Provinsi Jambi.

Mereka tiba di Mekah pukul 01.50 Waktu Arab Saudi atau 5.50 WIB dan menginap di pemondokan yang jaraknya dari Masjid Haram sekitar 1,5 kilometer.

Kloter dari Jambi tersebut merupakan kloter pertama jamaah asal Indonesia yang mendarat di Arab Saudi pada 2 November.

Dia mengatakan, sebenarnya ada 450 jamaah calon haji (calhaj) yang masuk dalam kelompok itu, tapi satu orang sakit dan dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah, sementara dua orang lainnya masih tertahan urusan administrasi di Madinah.

"Diharapkan dua jamaah yang tertahan urusan administrasi bisa segera menyusul kemari," kata Shoim.

Jamaah yang dalam kloter ini selama di Mekah diinapkan di pemondokan wilayah Zumaizah.

Dikatakan, mengingat jarak penginapan menuju Masjid Haram kurang dari dua kilometer, maka jamaah tidak disediakan bis jika ingin menuju masjid itu.

"Sesuai ketentuan pemondokan yang jaraknya menuju Masjid Haram kurang dari dua kilometer maka tidak disediakan bis," katanya.

Dikatakan pula, dari jamaah yang masuk di pemondokan terdapat 198 jamaah masuk kategori resiko tinggi (risti) dan 15 jamaah diantaranya perlu pemantauan khusus.

Hadir dalam acara penyambutan jamaah pertama datang di Mekah itu Kepala Panitia Penyelenggara Ibadag Haji (PPIH) Arab Saudi Syairozi Dimiyathi, Kadaker Mekah Arsyad Hidayat serta Muasassah Asia Tanggara.[beritajatim/ndr]

Berita Terkait
Kembali ke atas