SINDIKASI
twitter facebook
Kamis, 3 November 2011 | 20:05 WIB

Petani Yogya Diinstruksikan Tanam Sibagendit

Oleh: Harian Bernas
Petani Yogya Diinstruksikan Tanam Sibagendit
inilah.com/Dok

INILAH.COM, Bantul - Dinas Pertanian DIY menginstruksikan para petani untuk menanam padi jenis sibagendit yang memiliki umur pendek.

Instruksi ini dikeluarkan karena adanya prediksi musim hujan kali ini akan berlangsung singkat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian DIY, Nanang Suwandi pada para petani dalam acara panen padi dengan aplikasi pembenahan tanah pertanian bulak sawah Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Kamis (3/11).

Nanang mengatakan, berdasar informasi yang didapat dari BMKG, musim penghujan kali ini lebih singkat dari biasanya. Hujan yang biasanya dimulai pada bulan Oktober dan berakhir pada April, diperkirakan akan memendek, dari bulan November sampai Maret.

"Dengan menanam varietas padi sibagendit yang berumur pendek, maka petani tetap dapat melakukan 2 kali panen selama musim penghujan. Selain itu, varietas ini juga tidak membutuhkan terlalu banyak air, sehingga jika intensitas hujan kurang, tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Dengan penanaman varietas padi ini, diharapkan petani tidak mengalami kerugian yang terlalu besar akibat pendeknya musim penghujan. Seperti diketahui, musim tanam padi kali ini harus tertunda karena banyaknya sawah yang mengalami kekeringan akibat telatnya musim penghujan.

Selain menginstruksikan penanaman varietas cibagendit, Dinas Pertanian juga menghimbau petani agar melakukan penyemaian benih secara berkelompok. Hal ini ini dimaksudkan agar petani dapat melakukan penanaman secara serentak. "Jika penanaman dilakukan secara serentak, maka petani dapat mengurangi resiko puso karena serangan hama wereng. Selain itu, permasalahan yang timbul juga dapat terdeteksi dengan cepat," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pertanian DIY melalui Dinas Pertanian Dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Bantul akan mendirikan posko-posko koordinasi. Posko ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat pemantauan dan koordinasi dinas terkait untuk mengatasi permasalahan petani.

"Dari posko ini kita dapat memantau ketersediaan air, pupuk, dan gangguan hama, sehingga dapat diatasi dengan segera. Selain itu, demi meningkatkan kualitas pertaian, kami juga berharap agar petani menggunakan pola pemupukan berimbang, antara organik dan anorganik," kata Kepala Dispertahut Bantul, Edi Suharyanto.

Sementara Ketua Kelompok Tani (Koptan) Sumber Makmur, Ngadiman mengatakan akan mengajak para anggotanya untuk melakukan instruksi tersebut dengan baik. Dari penuturannya, sekitar 24 hektare sawah di wilayah tersebut siap ditanami dengan varietas baru tersebut.

"Usia padi jenis ini cukup pendek, hanya 90-100 hari, walaupun di musim hujan usianya akan bertambah sekitar 10 hari. Dengan demikian, kami bisa panen 2 kali selama musim penghujan. Selain itu, produktivitasnya juga diperkirakan akan meningkat," katanya.

Menurutnya, produktivitas padi jenis ini dapat mencapai 9,6 ton per hektare. Volume tersebut lebih besar jika dibanding dengan penanaman padi jenis padi Ciherang yang menghasilkan 8,6 ton per hektare dan IR 64 yang menghasilkan sekitar 6 ton per hektare.

"Selain produksi yang lebih banyak, katanya jenis ini lebih tahan wereng dibanding jenis IR 64. Berdasarkan pengalaman petani yang pernah mencoba, padi ini juga cocok dengan jenistanah di sini," pungkasnya. [mor]

Kembali ke atas