INILAH.COM, Jakarta – PT Persija Jaya mengungkapkan keyakinannya mengenai keabsahan mereka sebagai pengelola Persija Jakarta, ditengah polemik dualisme kepengurusan.
Tim Persija Jakarta di bawah pengelolaan PT Persija Jaya dengan Direktur Utama PS Gurning dan ketua umum Toni Tobias menggelar laga uji coba dengan hasil akhir kemenangan 4-2 atas Persitara Jakarta Utara.
Selain direktur utama dan ketua umum, hadir pula ketua Yayasan Persija Jakarta Pusat, Kolonel Rifaid Ismail serta Ketua Pengurus PSSI Cabang Jakarta Pusat, Muhayat.
Muhayat tak mau berkomentar seputar dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Macan Kemayoran. Namun kehadirannya di laga ini menyiratkan keberpihakannya.
Sementara Gurning mengklaim bahwa kubunya adalah pengelola yang sah, sementara pihak lain dianggapnya hanya mengaku-aku.
“Kami sadari itu, bahkan opini menjadi merugikan kami. Tapi bukan berarti kami berpangku tangan, melainkan kami bekerja keras membentuk tim, dan hasilnya seperti yang ada lihat,” kata Gurning.
Meski diakui PSSI sebagai pengelola sah Persija Jakarta, sejauh ini belum ada bintang-bintang Persija pada musim sebelumnya yang bergabung dengan timnya, seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.
“Hingga detik ini kami masih menunggu mereka, kuota pemain masih tersisa. Sedangkan Ifran Bachdim masih dalam tahap proses karena kontraknya masih ada di Persema Malang,” kata dia.
Pemain bintang Persija masih bertahan di bawah kepengurusan lama yang tak diakui PSSI, yakni Persija Jakarta di bawah pengelolaan PT Persija Jaya Jakarta, dengan Direktur Umum Benny Erwin dan Ketua Umum Ferry Paulus.
Pada saat verifikasi awal yang dilakukan PSSI, Persija versi Ferry Paulus mendapat nilai 90, jauh lebih tinggi dibandingkan Persija versi Toni Tobias maupun Gurning, yang hanya mengantongi poin tak lebih dari 17, dalam hal kelengkapan dan keabsahan dokumen.
Namun tanpa memberikan alasan yang jelas, PSSI memutuskan mengakui Persija versi Toni dan Gurning sebagai yang sah.