INILAH.COM, Jakarta - Indonesia berhasil melalui laga perdana Grup A dengan mulus. Tim 'Garud Muda' sukses menggasak Kamboja dengan skor telak 6-0, Senin (7/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Indonesia tampil impresif saat berhadapan denga Kamboja. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan Kamboja di 25 menit awal, mereka akhirnya mampu mengatasi rasa gugup dan mencetak empat gol di babak pertama melalui Titus Bonai, Patrich Wanggai (2 gol) dan Gunawan Dwi Cahyo.
Meski sudah unggul 4 gol, Indonesia tidak mengendurkan tempo serangan. Namun, lagi-lagi di menit-menit awal Indonesia sempat kerepotan meladeni permainan Kamboja. Gol kembali tercipta di setelah pertandingan memasuki menit ke-80. Dua gol tambahan dicetak oleh Andik Vermansyah dan Ramdhani Lestaluhu.
Melihat penampilan impresif Indonesia, Rahmad Darmawan mengaku terkejut.
"Jujur saya terkejut melihat penampilan anak-anak. Ini benar-benar diluar dugaan. Sejak menit -menit awal mereka sudah mampu mengatasi rasa gugup. Mereka main lepas dan diikuti dengan improvisasi yang sangat bagus," kata Rahmad dalam jumpa pers usai pertandingan, Senin (7/11) malam.
Namun, Rahmad menyayangkan penampilan Egi Melgiansyah cs di babak kedua yang dinilainya terlalu banyak melakukan dribel bola daripada passing.
"Di babak kedua, pemain lebih sering melakukan dribel. Padahal saya menekankan pentingnya untuk melakukan umpan-umpan pendek daripada aksi individu. Secara keseluruhan tim bermain baik namun ini baru langkah kecil. Lawan yang lebih tangguh sudah menunggu," imbuhnya.
Kamboja sempat mencetak gol namu dianulir. Pasca kejadian tersebut, Rahmad tampak berdiri di technical area dan memberikan instruksi kepada para pemain Indonesia.
"Saya menginstruksikan kepada pemain untuk bermain lebih sabar dan melakukan umpan yang efektif. Jangan tergesa-gesa dan atur tempo permainan. Semua tidak melulu soal kecepatan. Itu yang saya katakan dari pinggir lapangan," pungkasnya.