SINDIKASI
twitter facebook
Sabtu, 10 Desember 2011 | 05:00 WIB

Longsor, Pekerja Tambang Emas Tewas

Oleh: Haluan Padang
Longsor, Pekerja Tambang Emas Tewas
IST

INILAH.COM, Padang - Kecelakaan kerja kembali menimpa pekerja tambang emas di Kabupaten Sijunjung. Kejadian ini menambah deretan kecelakaan kerja yang merenggut nyawa.

Rudi Hartono (33), asal Putu Sibau, Kalimantan Barat, menemui ajal ketika memperbaiki talang yang tersumbat batu di dasar sungai, longsor, Kamis (8/12) pukul 15.45 Wib. Kejadian ini menambah panjang daftar korban kecelakaan tambang emas.

”Korban tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP). Saat ini jasadnya sudah di visum di RSUP M Djamil Padang untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya, Putu Sibau.

Sebelumnya, juga sudah terjadi beberapa kali kecelakaan yang kasusnya diusut sampai ke pengadilan” jelas Kapolres Sijunjung AKBP Drs Sumarto Msi melalui Kasat Reksrim AKP Suyanto SE sekaitan laka tambang ini, kemarin.

Ia mengatakan, untuk menyelidiki kasus ini, pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi. Termasuk pihak dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sijunjung.

Korban beserta lima orang rekannya bekerja sebagai pencari emas di atas kapal tambang milik Rustam di Jorong Subarang Sukam, Muaro Sijunjung. Kapal tambang emas ini beroperasi di atas tanah ulayat milik Dt Tan Marajo.

“Lokasi tambang ini tidak punya izin. Jumlahnya sudah mencapai puluhan orang sejak lima tahun yang lalu. Sesuai dengan komitmen kita bersama pasca sosialisasi UU Minerba lalu, maka setiap kasus yang menyebabkan timbulnya korban jiwa akan kita usut sampai tuntas. Kasus kemarian Rudi Hartono ini sedang ditangani Polsek Sijunjung dengan koordinasi Sat Reskrim Polres Sijunjung,” jelas Kasat.

Topografinya yang berbukit-bukit membuat kabupaten ini rawan longsor. Hal ini makin diperkuat dengan bertambahnya aktivitas tambang emas, baik yang dilakukan secara legal maupun secara ilegal di kawasan ini.

Tambang emas yang dikerjakan terdapat di darat dan di dasar sungai dengan menggunakan dompeng dan kapal tambang. Bahkan, tak jarang pula dengan menggunakan alat berat.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung, Syahrial membenarkan kondisi alam ini.

“Daerah kita ini memang sangat rawan terhadap bencana longsor. Ketika kejadian kemarin, anggota kita bersama pihak yang terkait lainnya dan masyarakat juga langsung turun ke lapangan untuk membantu evakuasi,” jelas Syahrial. [mar]

Berita Terkait
Kembali ke atas