SINDIKASI
twitter facebook
Selasa, 20 Desember 2011 | 05:15 WIB
Bulungan Mencekam

Satu Orang Tewas Ditikam Saat Mabuk-mabukan

Oleh: Koran Kaltim
Satu Orang Tewas Ditikam Saat Mabuk-mabukan
Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Bulungan -Kerusuhan mirip yang terjadi di Tarakan pada September tahun lalu, nyaris terjadi di Bulungan. Sejak Minggu malam (18/12) hingga kemarin sore (19/12), situasi di Bulungan mencekam.

Toko-toko tutup, siswa liburkan dan perkantoran juga menghentikan aktivitasnya. Terjadi konsentrasi massa di jalan-jalan. Polisi sampai harus mengerahkan satu kompi (100 orang) Brimob Polda Kaltim di Tarakan plus bantuan kendali operasi (BKO) dari Polres Malinau, Berau dan Tarakan. Masih ditambah satu kompi pasukan dari Brigif 24 Bulungan Cakti Tanjung Selor.

Sejak kemarin siang Kapolda Kaltim Irjen Polisi Bambang Widaryatmo bersama pejabat utama Polda sudah berada di Bulungan.

Dari informasi yang dikumpulkan Koran Kaltim dari aparat Polres Bulungan, kejadian berawal dari kumpul-kumpul lima orang di depan penginapan Pangeran Kahar milik Haji Saleh di Jalan Sengkawit pada Minggu malam, sambil minum minuman keras (miras). Salah seorang bernama Samsuddin (40) warga Jalan Sultan Hasanudin, terlibat adu mulut dengan empat orang lainnya dalam keadaan mabuk berat.

Tiba-tiba empat kawan mabuk Samsuddin mengeroyoknya. Salah seorang dari mereka menusukkan sebilah pisau ke leher Samsuddin yang langsung tergeletak di lantai bersimbah darah. Empat pelaku langsung kabur.

Warga setempat langsung membawa Samsuddin ke rumah sakit. Namun korban wafat dalam perjalanan. “Baru dua yang tertangkap, yang tiga masih dalam pengejaran,” ujar salah seorang polisi di Polres Bulungan.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu keluarga korban. Diceritakannya, Samsuddin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan tersebut pada sore harinya dijemput oleh empat pelaku di rumahnya untuk diajak berkumpul. Keluarga baru menerima kabar pukul 1 dinihari Senin bahwa Samsuddin sudah tewas dengan leher ditusuk, sedangkan empat pelaku kabur.

Orangtua dan tiga saudara Samsuddin langsung geram. “Keluarga marah kenapa Samsuddin ditinggal begitu saja. Ada yang bilang dibunuh karena dendam, tapi keluarga tidak tahu. Keluarga tidak terima karena polisi dianggap lambat bergerak,” ujar kerabat yang minta namanya dirahasiakan itu.

Minggu malam setelah mengetahui Samsuddin tewas, ratusan orang yang mengaku pihak keluarga, kerabat dan teman korban langsung berkumpul. Mereka sangat marah dengan peristiwa tersebut.

Dari rumah duka, ratusan orang ini melakukan konvoi. Jumlah mereka lebih dari 300 orang. Konvoi dimulai dari Pasar Pujasera, Jl Sengkawit dan berakhir di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor.

Menghadapi massa yang marah, polisi sangat hati-hati. Apalagi tidak sedikit dari mereka yang membawa senjata tajam. Alhasil mulai malam itu situasi Bulungan jadi mencekam.

Jumlah massa pada kemarin pagi-siang jadi semakin banyak usai korban dimakamkan. Mereka terkonsentrasi di beberapa titik. Bahkan selebaran berisi ancaman juga disebarkan di sudut-sudut kota.

Selebaran itu memeringatkan polisi bila 1x24 jam polisi tidak bisa menangkap empat pelaku, mereka akan mengerahkan massa lebih banyak. Penginapan tempat Samsuddin terbunuh juga dirusak oleh massa.

Menurut sumber di Polres Bulungan, pukul tujuh pagi dua dari empat pelaku sudah diamankan. Mereka adalah AD dan DA. Polisi mengaku sudah mengantongi identitas dua pelaku lain yang diduga sedang bersembunyi di salah satu pulau di sekitar kawasan tersebut. Namun polisi memastikan telah membarikade seluruh jalan keluar pulau.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan dibantu TNI bersenjata lengkap masih berjaga di sudut-sudut rawan dan melakukan patroli keliling.

Adhe Dhera, salah seorang warga Jl Gelatik Tanjung Selor mengaku terpaksa tidak masuk kantor kemarin pagi. Ia cemas dengan konsentrasi massa bersenjata yang menyebar di jalan-jalan.

“Saya tidak berani kerja, takut ada keributan di jalan. Lebih baik saya di rumah. Saya harap situasi Bulungan segera pulih,” ujar Adhe.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta membenarkan dua pelaku pengeroyokan dan penikaman sudah ditangkap, yakni AD dan DA. Mereka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bulungan. Ia katakan kasus ini murni kriminal yang berawal dari pengaruh alkohol.

“Sebenarnya mereka ini berkawan. Kemudian saat minum antara tersangka dan korban adu mulut hingga berujung pada perkelahian dan meninggalnya korban akibat ditusuk dengan pisau di leher,” katanya.

Soal konsentrasi massa, kata Wisnu, dilakukan keluarga korban yang kesal dengan ulah tersangka. Berkumpulnya massa dilakukan hingga usai pemakaman.

“Tidak ada tindakan anarkhis dari massa, semuanya terkendali karena dikawal aparat. Polres Bulungan juga bekerja cepat menangkap pelakunya. Kasus ini ditangani dan diproses sesuai hukum berlaku,” tegas Wisnu. [mor]

Kembali ke atas