INILAHKORAN.COM - EKONOMI
twitter facebook
Rabu, 25 Januari 2012 | 17:24 WIB

Koridor Bandung-Jakarta Perlu Travel Premium

Oleh:
Koridor Bandung-Jakarta Perlu Travel Premium
Pengoperasian angkutan massal atau travel kelas premium akan mengurangi penggunaan mobil pribadi di koridor Bandung - Jakarta. - istimewa

INILAH.COM, Bandung - Pengoperasian angkutan massal atau travel kelas premium akan mengurangi penggunaan mobil pribadi di koridor Bandung - Jakarta sehingga menjadi salah satu solusi pengentasan kepadatan arus lalu lintas di jalur itu.

"Transportasi premium ini dioperasikan sebagai alternatif supaya masyarakat kelas menengah ke atas tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi," kata Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Bandung, Andrew Aristianto di Bandung, Rabu.

Menurut Andrew, saat ini penggunaan mobil pribadi di kota-kota besar didominasi oleh kalangan menengah ke atas. Namun bila ada layanan travel premium dengan berbagai pelayanan yang diperlukan, maka otomatis akan mengurangi angka penggunaan kendaraan pribadi.

Pengusaha travel itu menyebutkan, koridor Bandung - Jakarta merupakan salah satu jalur yang sangat memungkinkan pengoperasian transportasi kelas premium itu.

"Tarifnya tentu lebih mahal, bahkan bisa dua kali lipat ongkos biasa atau juga lebih. Namun penggunanya bisa mendapatkan fasilitas yang lux. Saya yakin ke depan akan menjadi alternatif," katanya.

Ia menyebutkan, pengoperasian transportasi kelas premium selain bisa menjadi solusi kemacetan , juga menjadi jalan tengah bila pembatasan BBM bersubsidi jadi diberlakukan oleh pemerintah.

Namun demikian, perlu ada dukungan dari pemerintah terkait rencana itu, sehingga ada sinergitas dan bisnis transportasi kelas premium terlindungi.

"Sebagian travel saat ini sudah mengoperasikan kendaraan mewah, terutama angkutan dari Bandara Soekarno Hatta. Pasarnya ada, dan bisa diperluas. Kalau ada kenapa tidak dicoba," katanya .

Sementara itu bisnis angkutan travel koridor Bandung - Jakarta masih cukup potensial dan menjanjikan dengan rata-rata okupansi di atas 60 persen.

"Okupansi rata-rata 60 persen, bahkan lebih pada akhir pekan. Meski demikian ada penurunan dibandingkan sebelum adanya Tol Purbaleunyi. Namun kecenderungannya terus membaik, namun di sisi lain kompetitor juga bertambah," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini koridor Bandung dilayani oleh sekitar 500 unit travel. Untuk menghindari kejenuhan bisnis travel di kawasan itu, dilakukan berbagai upaya inovatif, selain menambah trayek juga menambah fasilitas layanan.

Berita Terkait
Kembali ke atas