INILAH.COM, Surabaya - Bank Indonesia (BI) Kantor Cabang Surabaya menargetkan Net Interest Margin (NIM) akan turun di titik sekitar 5%-6% di tahun 2014.
"Kami sendiri akan menargetkan NIM pada 5-6% di tahun 2014. Untuk NIM BI Surabaya mencapai sekitar 9,52%. Untuk usaha menurunkan NIM tersebut, kami akan memfokuskan perhatiannya pada penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujar Deputi Perwakilan Bank Indonesia Surabaya Bidang Pengawasan, Sarwanto ketika ditemui di Gedung BI Surabaya, Jumat malam (28/1).
Dia mengungkapkan, pihaknya akan memfokuskan pada penurunan bunga kredit khususnya kredit UMKM. Sebab, sebagian besar kredit bank di Jawa Timur tersalurkan ke dalam kredit UMKM. Berasarkan data BPS terdapat 4,2 juta pengusaha UMKM di Jawa Timur.
"Untuk bunga kredit sendiri memang masih tinggi, bahkan ada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memberikan bunga sekitar 40% setahun," tegasnya.
Untuk mensukseskan niatan tersebut BI Surabaya berjanji melakukan pendeketan pada pemilik bank dalam menurunkan NIM. Dan nantinya BI juga mendorong Bank Apex (Bank induk) untuk aktif juga dalam meningkatkan jumlah anggota BPR nantinya. Untuk saat ini sendiri BPD Jatim tercatat sebagai bank apex di daerah Jawa Timur.
"Untuk BPR jika memiliki Bank Apex sumber dana akan terasa lebih murah, nantinya jika melalui bang apex sendiri kmi akan meminta kepada mereka memberi bunga maksimal sekitar 22%-24% untuk per tahunnya," tegasnya.
Adapun berbagai cara lainnya dengan mendorong BPR Jawa Timur dalam menyalurkan pembiayaan, dengan mendapat dana pinjaman sekitar Rp300 miliar. BPR Jawa Timur juga memberikan bunga sekitar 6%-9%, karena bunga pinjaman kecil sekitar 3% untuk per tahunnya.
"BI juga nantinya akan mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Jamkrida dalam melakukan penjaminan terhadap sektor-sektor kredit kecil, sehingga nantinya bunga kredit bisa kecil lagi," jelasnya. [hid]