INILAH.COM,Bandung - Pemerintah dinilai peduli terhadap penurunkan angka kelahiran ibu melahirkan, bayi dan balita.
Hal ini terbukti dari pemberian piagam penghargaan Champion Award dari Global White Ribbon Aliance kepada Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief, Rabu (1/2).
Piagam penghargaan yang diberikan Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) Dr Sunitri Widodo di Hotel Horison Bandung ini merupakan wujud apresiasi terhadap Kepala BKKBN Sugiri Syarief yang memiliki kepedulian terhadap penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita terkait dengan angka kelahiran dan persalinan.
"Piagam penghargaan ini sebagai wujud apresiasi terhadap Kepala BKKBN Sugiri Syarief yang memiliki kepedulian untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia melalui program Keluarga Berencana (KB)," kata Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) Dr Sunitri Widodo dalam sambutannya pada malam penghargaan Champion Safe Motherhood di Hotel Horison Bandung.
Sunitri Widodo lebih jauh mengungkapkan, Setiap tahun diperkirakan ada 5 juta ibu hamil di Indonesia, dalam pada itu jumlah kematian ibu karena komplikasi kehamilan, persalinan , nifas masih tergolong tinggi dan dikhawatirkan tidak akan dapat mencapai target penurunan seperti diamanahkan dalam MDGs pada 2015.
Angka Kematian Ibu ( AKI ) saat ini masih 228 / 100.000 kelahiran hidup sedangkan target MDG5 tahun 2015 adalah 102 /100.000 kelahiran hidup, sehingga perlu adanya terobosan guna percepatan penurunan AKI .
For Safe Motherhood “ juga diberikan kepada Sri Hartati Pandi ,Pejuang Peduli Kematian Ibu dan Bayi, Yang diserahkan langsung oleh Ms Briget Widodo Perwakilan dari Global White Ribbon Alliance (GWRA).
Global White Ribbon Alliance (GWRA) berpusat di Washington DC dan London merupakan organisasi Internasional yang peduli dalam program Kependudukan dan Keluarga.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN Sugiri Syarief menyatakan bahwa piagam penghargaan yang diterimanya juga merupakan penghargaan yang diterima seluruh instansi BKKBN di Indonesia karena serius dalam hal menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.
"Penghargaan yang telah diberikan kepada saya ini sesungguhnya adalah penghargaan kita semua. Karena tidak mungkin APPI memberikan 33 piagam penghargaan ke masing-masing provinsi. Karenanya, diwakilkan oleh saya. Ini prestasi kita semua di BKKBN," ungkap Sugiri.
Sugiri menjelaskan Terkait dengan diterimanya penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam menurunkan tingkat angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
"Upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita memang masih mengalami banyak kendala. Namun peran pemerintah juga tidak pernah putus untuk turut andil dalam menurunkan angka kematian itu," jelas Sugiri.
Menurut Sugiri, tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal penyebab tidak langsung yaitu rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga terhadap resiko-resiko kehamilan dan persalinan.
Banyak masyarakat yang menganggap kehamilan dan persalinan hanya suatu hal yang biasa saja, tidak memerlukan sejumlah persiapan khusus, kurangnya pemahaman.
Salah satu program strategi pemerintah yang diyakini mampu menekan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia adalah program Keluarga Berencana (KBY diyakini dapat mengatasi kematian ibu.
"Yang harus dilakukan segera adalah menghidupan kembali infrastruksur penunjang program KB di daerah, salah satunya adalah pos KB di daerah. Selain itu perlu menghidupkan kembali fungsi petugas lapangan KB (PLKB)," tambah Sugiri.
Lebih lanjut Sugiri menambahkan, pemerintah juga telah menggulirkan program Jamninan Persalinan (Jampersal) yang meliputi paket layanan mulai dari konsultasi kehamilan, persalinan hingga pemilihan alat KB.n
"Karenanya, diharapkan pemahanan tentang program KB dan penyuluhan kepada seluruh masyarakat Indonesia terus dilakukan. Selain itu, tidak ketinggalan juga upaya menggerakan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi baik untuk program KB atau program penurunan angka kematian ibu dan bayi," pungkas Sugiri. [mor]