INILAH.COM, Jakarta - Setelah bediri sejak 2004 dan malang melintang di dunia musik underground, Burning Flame akhirnya merilis album perdana mereka, Seven Fire.
Dengan semangat pantang menyerah dan kecintaan pada musik metalcore telah menghasilkan album kebanggaan yang luar biasa bagi Gerald (vokal), Adit (bas), Rifky (drum), Bio (gitar) dan Pepeng (gitar).
Ya, untuk menghasilkan album perdana ini, cowok-cowok yang berasal dari Depok menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.
"Awal kemunculan Burning Flame di 2004 itu menemui banyak hambatan. Bahkan pada 2005, kami sempat absen selama kurang lebih setahun. Kami absen dikarenakan masih mencari karakter yang cukup kuat untuk bertempur di dunia underground. Kami juga sempat mengalami beberapa kali pergantian personel di posisi gitaris," terang Rifky, yang diamini personel lainnya, saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Tapi masalah yang dihadapi Burning Flame justru semakin membuatnya kuat dan matang dalam berkarya. Terobosan pun dilakukan dengan memperluas unsur–unsur modern metal untuk memperkaya musik Burning Flame.
Selain itu musik Burning Flame juga dikemas dengan cita rasa favorit masing-masing personel sehingga menghasilkan musik dengan distorsi berat. Eksistensi band-band seperti Lamb Of God, Metallica, Bullet For My Valentine, Slayer hingga Underoath sangat berpengaruh pada pribadi masing-masing personel.
Album pertama Seven Firedirilis pada Oktober 2011. Dengan 10 materi lagu bertema sosial, album ini dikerjakan dengan sangat serius dan matang. Baik dari aransemen, komposisi lagu, kualitas sound hingga artwork cover album yang terkonsep.
Album yang sudah cukup lama dinantikan ini pun mendapat respon sangat baik oleh publik dan para penggemar. [mor]