Kehadirannya yang mungil di antara kepadatan lalu lintas Jakarta, membuat banyak pengendara mobil lain melirik sejenak. Tapi jangan salah, biar mungil harganya hanya cocok untuk mereka yang berkantong tebal.
Jalanan Jakarta yang kian hari kian padat, ternyata bisa menjadi peluang pasar bagi pabrikan mobil. Mereka berlomba-lomba menawarkan mobil berukuran kecil, tapi dengan kinerja mesin ciamik.
Mobil mungil boleh dibilang kian jadi kebutuhan. Terlebih bila mengingat perkembangan kota-kota besar di Indonesia, kebanyakanberujung pada kepadatan lalu lintas tinggi.Kecenderungan ini sejalan tren otomotif dunia,yangterus berupaya menghadirkan mobil-mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Kondisi itu pula yang kemudian menjadi pertimbangan banyak pabrikan mobil di Eropa, untuk menghadirkan mobil-mobil dengan dimensi ukuran lebih kecil dari yang sudah ada. Gayung bersambut, konsumen di sana juga ternyata menyenangi mobil-mobil mungil. Tidaklah mengherankan jika kemudian pasar mobil model ini di Eropa terus tumbuh dalam dua dasawarsa terakhir.
Keunggulan pada desain unik dengan bentuk yang eye-catching ditambah teknologi kinerja mesin dan kelengkapan piranti keselamatan, menjadikan faktor utama mengapa mobil-mobil mungil menuai sukses di Eropa. Ceruk pasar mobil-mobil kompak dengan ukuran mungil, menurut asosiasi industri mobil Eropa (AECA), kini mencapai 30-40 persen dari seluruh mobil yang terjual.
Tampil Unik dan Beda
Kesuksesan di pasar benua biru pula, yang kemudian menjadikan agen pemegang merek mobil-mobil premium berani mendatangkan mobil-mobil mungil ke Indonesia. PT Mercedes-Benz Distribusi Indonesia sudah memulai dengan menawarkan Smart Fortwo, si mungil berkapasitas untuk dua orangsaja.
Toh biar mungil, namun mobil yang didatangkan langsung dari pabriknya di Hambach, Perancis ini dijual dengan harga cukup mahal. Ada tiga varian yang diusung dalam konsep lifestyle, safety and environment.
VarianPure Coupe, bermesin tenaga 61 HPdan fixed roof dibanderol Rp 219 juta.
Passion Coupedengan tenaga 71 HP dan panoramic roof dijual Rp 249 juta.
Passion Cabrioletyang bertenaga 71 HP dan atap soft top dihargai Rp 269 juta. Semua harga tersebut off the road.
Agen mobil premium lain, PT BMW Group Indonesia juga optimistismobil mungil besutannya bakal menuai sukses. Ada dua varian yang ditawarkan dalam peluncuran akhir Januari kemarin di Jakarta: MINI Countryman dan MINI S Countryman. Perbedaan kedua varian ini terletak pada desain luar dan kinerja mesin meski sama-sama bertenaga 1.600 cc. Varian MINI S Countryman dilengkapi twin scroll turbocharger dan injeksi langsung.
Harga jual off the road mobil kedua mobil ini bahkan lebih mahal lagi. Varian MINI Countryman adalah Rp 579 juta. Sementara saudaranya, MINI S Countryman dibanderol Rp 659 juta off the road.
Namun sepertinya soal harga tak jadi masalah. Kenyataannya pesanan atas mobil-mobil mungil tersebut terus diterima. Harga mahal sepertinya juga jadi daya tariksendiri untuk kendaraan-kendaraan mungil di kelas premium. Semakin menegaskan bergengsinya memiliki si mungil, dan berbedanya si mungil dari kebanyakan city car lain.
Tengok juga si mungil A1 dari Audi, yang disebutkan siap memasuki pasar Indonesia. Mobil empat penumpang ini dilepas dengan banderol harga off the road di kisaran Rp 235 juta. Harga yang disebut sebanding dengan kualitas, teknologi dan desain yang ditampilkan si mungil besutan pabrik asal Ingolstadt, Jerman ini.
Dengan harga selangit, sudah pasti mobil-mobil mungil ini dipilih kalangan tertentu.
Terutama bagi mereka yang ingin tampil unik dan invidual, di antara banyaknya pilihan model mobil.
Kendaraan-kendaraan mungil tersebut bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tinggal di kota besar untuk tampak beda dengan orang lain. Ini juga yang menjelaskan, mengapa banyak yangrela antri menunggu giliran mendapatkan si mungil yang diincar.
Bagaimana dengan Anda? Simak lapora selengkapnya di majalah Inilah REVIEW edisi ke-24 yang terbit Senin, 13 Februari 2012.