GAYA HIDUP

2012, BKKBN Masih Fokus Garap 'Galcitas'
Oleh: Dahlia Krisnamurti
Senin, 13 Februari 2012, 16:36 WIB

INILAH.COM,Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) masih terus fokus menggarap program Keluarga Berencana (KB) di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan (galcitas) sepanjang tahun 2012.

Program ini difokuskan pada upaya peningkatan kualitas pelayanan KB dan perluasan jangkauan dengan mendorong pasangan usia subur (PUS) memakai metoda kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan (galcitas) dan di daerah kumuh miskin.

"Penggarapan KB di wilayah galcitas sifatnya wajib karena memberikan keadilan bagi warga masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang sama dengan masyarakat di wilayah lainnya," ujar Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA, pada siaran pernya yang diterima INILAH.COM, Senin (13/2).

Sugiri menjelaskan, evaluasi kegiatan program KB di wilayah galcitas tahun 2011 merupakan langkah nyata sebagai bentuk upaya pemerataan pelayanan KB sebagai upaya memenuhi hak setiap masyarakat, dan harus menjadi dasar dalam menyusun kegiatan pada tahun 2012.

Menurut Sugiri, kegiatan program KKB di wilayah galcitas memerlukan dukungan berbagai pihak. Oleh karenanya, BKKBN selalu bermitra dengan menggandeng berbagai elemen baik dari kalangan pemerintah, swasta, LSOM, organisasi profesi, akademis, tokoh masyarakat, tokoh agama yang mempunyai komitmen tinggi terjhadap program KKB.

"Ini dimaksudkan dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan. Misalnya, kerjasama BKKBN dengan TNI. Infrastruktur dan fasilitas yang dimilikinya dapat menjangkau seluruh wilayah hingga di daerah terpencil dan kepulauan terluar," jelas Sugiri.

”Selama ini dukungan jajaran TNI dalam program KB merupakan bentuk nyata akan kepedulian kepada masyarakat yang mempunyai kesulitan akses pelayanan karena berbagai hal antara lain secara geografis sulit terjangkau," tambah Sugiri.

Sementara itu, mantan Menko Kesra Prof Dr Haryono Suyono yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Damandiri mengatakan, pihaknya akan membantu BKKBN menggarap daerah yang padat penduduknya, melalui pos-pos pemberdayaan keluarga (Posdaya).

"Apa yang kami kerjakan bisa ditiru atau menjadi percontohan pemerintah daerah di wilayah yang sekarang penduduknya masih sedikit," pungkas Haryono Suyono. [mor]

Share berita: Facebook | Twitter
Populer | Kembali ke atas | Indeks