INILAH.COM, Jakarta - Pihak Kepolisian Republik Indonesa (POLRI) mengatakan bahwa dampak pembajakan software bisa mengarah pada rusaknya mental generasi muda.
"Salah satu dampak dari pembajakan software adalah rusaknya mental generasi muda kita, yang mana ingin mendapatkan kesuksesan instan, maka pembajakan adalah salah satu jalan pintasnya," ujar Kombes Pol. Dharma Pongrekun, Kasubdit Indag, Direktorat Tpideksus Bareskrim POLRI, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Dijelaskan oleh Dharma bahwa pembajakan software yang marak d Indonesia memiliki beberapa dampak, yakni:
- Penurunan pendapatan pemerintah dari pajak produk
- Merugikan industri teknologi lokal yang akan sulit berkembang
- Merusak mental generasi muda
- Bisa digunakan untuk aktivitas kriminal seperti peretasan dan lain-lain
- Persaingan penjualan produk software antara yang asli menjadi tidak sehat.
Di acara 'Sosialisasi dan Edukasi Tentang Penghargaan dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Software Komputer' Justiasri P. Kusumah, Sekjen Masyarakat Indonesia Anti Pembajakan (MIAP) mengatakan bahwa Indonesa kini di urutan tujuh besar dunia untuk kategori pembajakan software.