ARTIS

Festival Film 'Semangat Tanpa Batas'
Oleh: Aza
Sabtu, 18 Februari 2012, 02:57 WIB

INILAH.COM, Jakarta - South to South (StoS) Film Festival bakal menayangkan 33 film dokumenter dan fiksi. Juga pameran tentang Masyarakat Mollo yang berhasil memperjuangkan kearifan lokalnya dan memilih mempertahankan lingkungan, pangan lokal dan tenunnya, dari kegiatan yang merusak lingkungan.

Rencananya, perhelatan ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai 22 Februari hingga 26 Februari 2012. Acara ini bakal mengambil tiga tempat, masing-masing Goethe Istitut, Kine Forum, dan Institut Franais d'Indonsie.

Penayangan film dari StoS ini merupakan bagian dari kampanye atau program penyelamatan lingkungan bertajuk “Semangat Tanpa Batas”. Ferdinan Ismail, Direktur StoS Film Festival 2012. berharap keikutsertaan lembaganya ini dapat membuka dan membangun kesadaran publik dalam menyelamatkan lingkungan.

“Berjuta semangat yang bermunculan inilah yang ingin ditularkan StoS Film Festival kali ini. Kami ini berbagi semangat dan menyerukan semua pihak untuk bertindak bersama-sama untuk menyelamatkan lingkungan”, jelas Ferdinan Ismail.

Keikutsertaan StoS Fil Festival mendapat sambutan hangat dari para berbagai lembaga. Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim (CSF) berharap, pengetahuan-pengetahuan yang didapat publik melalui Festival Fim ini nantinya mampu menjadi pendorong untuk memahami masalah lingkungan dari beragam perspektif budaya, sosial, ekonomi dan politik.

Sedangkan Sawit Watch meyakini, StoS bisa menjadi media pendidikan publik perkotaan untuk lebih mengetahui dan merasakan bagaimana penderitaan masyarakat adat di wilayah-wilayah pedalaman Indonesia ketika kekayaan sumber daya alamnya dieksploitasi perusahaan-perusahaan skala besar multinasional

Jauh lebih penting dari itu, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggarisbawahi pentingnya semangat dan kesadaran yang telah terhimpun melalui medium StoS Film Festival menjadi virus yang menular dan mampu mendorong terjadinya perubahan pola kehidupan kita, mulai dari ruang privat hingga ruang publik.

Selain pemutaran film, dalam perhelatan nanti, pihaknya juga bakal digelar Regional Meeting yang mempertemukan para pembuat film yang berasal dari Indonesia, Nepal, Filipina, dan Malaysia. Hadir pula para aktifis media, dan penyelenggara yang terdiri dari Ford Fundation , OXFAM, The Body Shop, DNPI, Growth, Goethe Institut , Institut Francais Indonesia , Kineforum, JATAM, KIARA, WALHI, Sawit Watch, CSF, ICW, GEKKO Studi, ECOSISTER, Solidaritas Perempuan, serta Dewan Kesenian Jakarta.

Share berita: Facebook | Twitter
Populer | Kembali ke atas | Indeks