INILAHKORAN.COM - LINGKAR BANDUNG
twitter facebook
Rabu, 22 Februari 2012 | 17:30 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan, Wabup Purwakarta Sakit

Oleh: Jaka Permana
Mangkir dari Pemeriksaan, Wabup Purwakarta Sakit
Kejati Jabar melayangkan surat panggilan kepada Wakil Bupati Purwakarta terkait dugaan korupsi mamin. Dua panggilan tersebut tak digubrisnya tanpa alasan yang jelas. - inilah.com/Gintar Roseptiadin

INILAH.COM, Bandung - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar sudah melayangkan surat panggilan kepada Wakil Bupati Purwakarta Dudung Bachtiar Supardi terkait statusnya sebagai tersangka dugaan korupsi makan minum (Mamin). Dua panggilan tersebut tak digubrisnya tanpa alasan yang jelas.

Namun, baru-baru ini Kejati Jabar baru menerima surat sakit dari orang nomor dua di Kabupaten Purwakarta itu. Akibatnya, Kejati akan menjadwalkan kembali pemanggilan kedua bagi Dudung. Dudung dibutuhkan keterangannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana jamuan mamin di Purwakarta senilai Rp12,86 miliar pada 2006 lalu.

"Wabup (Purwakarta) sakit. Kami baru terima surat sakitnya," ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, Fadil Zumhanna kepada wartawan di ruang kerjannya, Rabu (22/2/2012).

Dia mengatakan, akan menjadwalkan pemanggilan kembali bagi Wabup Purwakarta. Karena Dudung sudah menyerahkan surat sakit, Kejati harus mengulang ke pemanggilan kedua kembali. Dia berharap, Dudung bisa segera dilakukan pemeriksaan agar proses kasus yang menjeratnya bisa cepat selesai. "Saya doakan saja supaya cepat sembuh," kata Fadil.

Sebelumnya Kejati akan mengambil langkah tegas dengan cara menjemput paksa Dudung jika tersangka kembali tidak menggubris panggilan ketiga kalinya. Kejati baru menetapkan satu orang tersangka terkait kasus Mamin Gate di Kabupaten Purwakarta itu. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan dari hasil penyidikan nanti jumlah tersangka akan bertambah.

"Kita lihat nanti. Itu tergantung dari pemeriksaan Wabup Purwakarta. Kalau dari hasil pemeriksaan nanti mengarah ke tersangka lain. Kita akan lakukan penyidikan kembali," jelas dia.

Seperti diketahui, pada Juni 2011 lalu Dudung sudah ditetapkan Kejati terkait dugaan korupsi dana jamuan makan minum (Mamin) di Purwakarta senilai Rp12,86 miliar dari APBD 2006. Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Fadil, pihaknya akan mempersiapkan berkas dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Selain melibatkan Wakil Bupati Purwakarta, kasus jamuan mamin ini juga telah menyeret dua terpidana yang sudah divonis pengadilan, yakni EK dan YR, mantan bendahara Pemkab Purwakarta dan pengelola perusahaan catering CV Yulia Catering (YC).[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas