INILAHKORAN.COM - PENDIDIKAN
twitter facebook
Senin, 5 Maret 2012 | 20:21 WIB
Tersandung Kasus Plagiarisme

Oknum Dosen UPI Menyesal & Minta Maaf

Oleh: Riza Pahlevi
Oknum Dosen UPI Menyesal & Minta Maaf
Oknum dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang tersandung kasus plagiarisme mengaku menyesal atas kesalahan yang dilakukannya. - inilah.com/Gintar Roseptiadin

INILAH.COM, Bandung - Oknum dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang tersandung kasus plagiarisme mengaku menyesal atas kesalahan yang dilakukannya. Mereka pun mengaku salah dan meminta maaf kepada semua pihak.

Menurut keterangan dari sumber INILAH.COM, ketiga dosen yang tersandung kasus plagiarisme tersebut yakni B Lena Nuryanti dari Manajemen Bisnis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI, Ayi Suherman dari UPI Kampus Daerah Sumedang dan Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) UPI Cecep Darmawan.

"Saya memohon maaf kepada semua pihak. Tentu sebagai manusia biasa yang lemah dan tidak luput dari kesalahan. Ini merupakan sebuah kekhilafan yang tidak disengaja," sesal Cecep Darmawan saat dihubungi INILAH.COM, Senin (5/3/2012)

Cecep mengaku, hal itu dikarenakan ketidakcermatan dirinya pada saat pengecekan ulang naskah karya ilmiahnya. Kesalahan terjadi pada saat penerjemahan naskah ilmiahnya ke dalam bahasa Inggris. Padahal dalam edisi bahasa Indonesia catatan kaki dari sumbernya lengkap tercantum

Masalah itu berawal dari catatan kaki pada naskah ajuannya untuk meraih jabatan guru besar dua tahun silam. Karya tulis dibuat dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dengan ketebalan 18 halaman. "Terdapat catatan kaki sumber kutipan yang luput dimasukkan pada sebagian kecil alinea dalam naskah berbahasa Inggris. Padahal di naskah aslinya lengkap. Saya mohon do’anya agar tawakal dan ada jalan terbaiknya," tegasnya.

Ketidakcermatan tersebut melanggar keputusan SA No.001/Senat-Akd./UPI-SK/V/2008 tentang Kode Etik Dosen Pasal 8 poin b dan c, tentang kewajiban dosen dalam melakukan penelitian. Senat Akademik, dalam rapat pekan lalu, memutuskan menurunkan pangkat dan jabatan serta menggugurkan persetujuan atas usulan kenaikan jabatan Guru Besar bagi ketiga doktor yang terlibat plagiat.

Sanksi yang dijatuhkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, Permendiknas No.17 tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulangan plagiat di Perguruan Tinggi, dan Keputusan Senat Akademik No.001/Senat.Akd./UPI-SK/V/2008 tentang Kode Etik Dosen UPI. [ang]

Kembali ke atas