SINDIKASI
twitter facebook
Kamis, 22 Maret 2012 | 01:30 WIB

Ngaku Mahasiswa, Tipu Sejumlah PNS

Oleh: Harian Berkat
Ngaku Mahasiswa, Tipu Sejumlah PNS
inilah.com

INILAH.COM, Sanggau - Satreskrim Polres Sanggau berhasil mengamankan 7 orang tersangka berinisial AN (20), HR (23) CS (37), AM (25), YS (29), FI (24) dan HI (25) setelah menipu sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sanggau.

Ketujuh orang tersangka tersebut mengaku berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di wilayah Timur Indonesia dan sedang melakukan penelitian untuk sebuah alat pendeteksi penyakit dan virus yang ada di tubuh tikus.

Mereka sempat menawarkan ke beberapa sekolah yang ada di Sanggau dan memang sudah banyak yang beli alat itu,” kata Kapolres Sanggau melalui Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Muhammad Husni Ramli, ketika ditemui di ruangannya, Rabu (21/03).

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan yang dibuat oleh Sri Endah (45) Guru SMP Negeri 3 Sanggau yang merasa tertipu dengan peralatan yang ditawarkan para tersangka.

“Dalam menjalankan modusnya tersangka mengaku dari Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur. Namun ternyata setelah dilakukan penyidikan tidak semua tersangka itu yang tamatan S1 (sarjana) hanya satu saja yang tamat (lulusan) D3, yakni berinisial CS. Sedangkan yang lainnya, hanya tamatan SD, SMP dan SMA, rata-rata tidak tamat SMA,” kata Kasat.

Kasat menegaskan, unsur penipuan yang dilakukan ketujuh orang itu bukan kepada barang atau produk yang dijualnya, namun lebih kepada pemalsuan identitas yang dilakukannya. Para pelaku yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka ini, menjalankan aksinya dengan menjual produk Pestronik kesekolah-sekolah. Sasaran mereka para guru.

“Mereka datang ke sekolah-sekolah, melakukan semacam persentasi dihadapan para guru, tentang manfaat dan keunggulan alat ini dalam mengusir tikus, nyamuk, lalat, semut dan lain sebagainya. Satu unit Pestronik ditawarkan hingga Rp.499 ribu, tapi bagi mereka yang memiliki Askes akan mendapat potongan 40 persen,” ujar Kasat.

Semua pelaku ditangkap beberapa jam setelah pelaporan Sri masuk ke Polres, tanggal 14 Maret. Kesemuanya ‘dijemput’ petugas ketika sedang menjalankan aksinya di beberapa wilayah di Kabupaten Sanggau. Dari tangan para tersangka Polisi berhasil menyita sebanyak 78 unit alat Pestronik sebagai barang bukti.

Hingga saat ini pihak Polres masih melakukan penyidikan terhadap ketujuh tersangka. Atas pemalsuan identitas tersebut, mereka akan diancam dengan pasal 378 KUHP dengan maksimal hukuman penjara diatas 5 tahun.

Namun begitu, Kasat mengaku, tidak semua saksi yang diperiksa mengaku barang yang ditawarkan tersangka tidak benar, ada juga beberapa barang yang diakui sejumlah saksi benar-benar mampu mengusir serangga seperti yang dipresentasikan tersangka.

“Saya tegaskan ini bukan pemalsuan barang, itu bberdasarkan keterangan dari beberapa saksi yang kita periksa, menyatakan bahwa barang tersebut bagus dan efektif digunakan. Para pelaku ini dijerat karena memuat unsur penipuan dan bujuk rayu dengan mengaku-ngaku sebagai mahasiswa,” tuturnya. [gus]

Berita Terkait
Kembali ke atas