SINDIKASI
twitter facebook
Rabu, 23 Mei 2012 | 05:34 WIB

Pilkada Kalbar, KSAD Belum Beri Izin Calon TNI

Oleh: Berita Khatulistiwa
Pilkada Kalbar, KSAD Belum Beri Izin Calon TNI
IST

INILAH.COM, Pontianak - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo Selasa (22/5) menegaskan, hingga saat ini dirinya masih belum memberi izin kepada anggota TNI yang bakal maju dalam Pilkada Kalbar September 2012 nanti.

KSAD juga menyatakan, hingga sampai saat ini dirinya masih belum mengetahui siapa anggota TNI yang akan maju dalam Pilkada Kalbar. Karena anggota yang bersangkutan belum juga mengajukan izin secara tertulis.

“Pada prinsipnya jika jika ada anggota TNI yang maju dalam pilkada September nanti, ia harus mengundurkan diri dan pensiun dari TNI untuk menjaga netralitas,” ujarnya usai membuka kegiatan TMMD ke 88 di Makodam XII/Tanjungpura Jalan Mayor Alianyang.

Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo ini juga manyatakan bahwa, dirinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sangat mengharapkan Pemilu Kada tersebut berjalan dengan tertib, aman dan lancar sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Lanjutnya lagi, dan Itu bisa terlaksana, andai semua masyarakat Kalbar juga memberi dukungan penuh untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Ketika ditanya oleh sejumlah wartawan, apakah dalam pengamanan menjelang dan sudah Pilkada nantinya hanya menjadi tugas Polri saja, KSAD pun menegaskan bahwa tugas pengamanan bukan hanya pada Polri saja, namun juga dibantu oleh TNI.

“Tetapi dalam hal ini, TNI hanya membantu Polri hanya dalam pengamanan saja. Karena kami ingin, bahwa rakyat bisa memilih pemimpinnya yang benar dan pada saat memberikan suara, tidak terjadi persoalan,” ingat dia.

Pada kesempatan terpisah, Koordinator Daerah (Korda) Ali Anyang Center (AAC) Provinsi Kalimantan Barat Ir Bambang Widianto, tidak menampik ucapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang belum memberi restu pada Mayjen TNI Armyn Alianyang untuk maju dalam Pilkada September nanti.

“Ya, pernyataan Ksad itu benar. Karena, KSAD jika berbicara harus berdasarkan bukti tertulis ada hitam diatas putih,” ujarnya.

Mengenai izin dari Ksad, itu, Korda AAC inipun menyatakan bahwa sebelum Mayjen TNI Armyn Alianyang maju ke pentas politik, secara pribadi tentu pernah melaporkan dan ada pembicaraan jauh-jauh hari mengenai keinginan untuk maju nantinya.

“Izin, itukan bisa dikeluarkan last minute atau detik-detik terakhir pencalonan. Tentunya ada pertimbangan tersendiri dari atasannya dan kami akan maju terus,” ujarnya pasti.

Katanya lagi, tentunya tidak mungkin, jika atasan memberikan suatu izin jika untuk kalah dalam pilkada. Dari hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei, potensi Mayjen TNI Armyn Alianyang sangat tinggi dan berpotensi untuk menang. “Kami tetap optimis,” pungkasnya.

Kembali ke atas