NASIONAL
twitter facebook
Jumat, 29 Juni 2012 | 06:45 WIB

Mencermati Manuver Hary Tanoe

Oleh:
Mencermati Manuver Hary Tanoe
Hary Tanoe - inilah.com/Ardhy Fernando

INILAH.COM, Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad nampaknya cukup tersinggung dengan sikap Hary Tanoe. Pasalnya boss MNC group tersebut pekan lalu mengeluarkan pernyataan yang cukup menohok pimpinan KPK.

Dikesankan oleh Hary Tanoesoedibjo, seolah-olah KPK tidak cukup siap memeriksanya sebagai saksi. Padahal Hary Tanoe sendiri dengan penuh kesadaran dan itikad baik datang langsung ke kantor KPK untuk diperiksa.

Begitu tersinggungnya Abraham Samad sampai-sampai abdi hukum yang disebut-sebut memiliki keberanian ekstra itu membalas ucapan Hary Tanoe dengan nada yang cukup keras. "Dalam urusan jadwal pemeriksaan, tidak ada satupun yang bisa mengatur jadwal KPK," kata Ketua KPK.

Sikap Hary Tanoe yang menyambangi KPK, pekan lalu berbeda dengan kehadirannya pada Kamis 28 Juni 2012. Kendati sudah berubah tetapi tetap saja kontroversi itu melekat. Aksi Hary Tanoe pekan lalu tetap memberikan kesan ada langkah unjuk kekuatan yang sengaja dipertontonkan oleh pengusaha media tersebut. Hary Tanoe datang berombongan. Didampingi sejumlah pengawal termasuk para eksekutif dari media-media yang dia kontrol di bawah bendera MNC Group.

Sehingga dengan kedatangannya ke KPK itu, Hary Tanoe hanya menambah daftar kontroversil yang sudah pernah dibuatnya. Dimulai dari keberhasilannya menguasai PT Bimantara Citra, perusahaan yang didirikan Bambang Trihatmodjo, putera mediang Jenderal Soeharto.

Banyak yang bertanya-tanya, apa dan bagaimana kiat Hary Tanoe sehingga tanpa banyak ceritera, dengan mudahnya ia menggeser Bambang Trihatmodjo dari kepemilikan PT Bimantara Citra?

Dan yang spektakuler ketika Hary Tanoe tiba-tiba sudah menjadi ikon RCTI, televisi swasta pertama yang didirikan Bambang Trihatmodjo bersama Peter Sondakh, boss Rajawali Grup. Kapan saja ia muncul di layar TV untuk pecitraan pribadi.

Bambang Tri, sejauh ini dikenal memiliki kharisma. Bukan semata-mata karena ayahnya mendiang Soeharto, pernah menjadi Presiden RI selama 32 tahun. Kharisma Bambang Tri terletak pada sikapnya yang low profile, tidak menonjolkan ayahnya sebagai penguasa tertinggi di Indonesia (1966 - 1998).

Ia merupakan salah seorang pengusaha nasional cukup sukses yang antara lain dibuktikan dengan predikat sebagai salah seorang pembayar pajak terbesar. Dan bukan sebagai salah seorang terkaya di Indonesia. Kesuksesannya itu diraihnya ketika kiprah Hary Tanoe di dunia bisnis belum lagi terdengar sama sekali.

Kontroversi Hary Tanoe adalah keberaniannya berselisih dengan keluarga Cendana. Sekalipun ayah Bambang Tri tidak lagi berkuasa, tapi tak ada pengusaha yang berani berselisih dengan keluarga Cendana. Tidak demikian dengan Hary Tanoe. Ia satu-satunya pengusaha yang berani berseberangan dengan Mbak Tutut saudara perempuan Bambang Tri.

Secara terbuka ia ungkap sengketa bisnisnya dengan Mbak Tutut, puteri tertua Pak Harto dalam kemilikan televisi TPI. Dalam sengketanya, Mbak Tutut melayani Hary Tanoe dengan antara lain menempatkan tokoh Pemuda Pancasila, Japto Suryosumarno.

Ditampilkannya Japto oleh Mbak Tutut diperkirakan untuk memberikan semacam kesan bahwa Harty Tanoe harus lebih berhati-hati atau dia perlu siap berhadapan dengan Mbak Tutut dalam cara apapun. Namun Hary Tanoe tidak memperlihatkan rasa gentarnya.

Banyak yang berspekulasi, Hary Tanoe bakal "kena batu"-nya. Japto akan memberikan "pelajaran" kepada Hary Tanoe. Yang terjadi, spekulasi itu meleset. Sengketa Mbak Tutut dan Hary Tanoe, secara formal dimenangkan oleh Mbak Tutut. Tetapi nyatanya, hingga sekarang Mbak Tutut tidak bisa mengontrol TPI. Bahkan TPI secara de facto sudah tidak lagi bersiaran.

Hary Tanoe tidak puas kalau tidak memperlihatkan kecerdikannya atas Mbak Tutut. Ketika Mbak Tutut tidak atau belum siap mengelola TPI, Hary Tanoe tiba-tiba meluncurkan stasiun TV baru dengan nama MNC TV. Kalangan dunia broadcasting melihat, MNC TV adalah nama lain dari TPI.

Penggunaan nama dan logo baru ini, cukup mengejutkan. Sebab cara meluncurkannya tak terhalang sama sekali oleh berbagai aturan birokrasi. Termasuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak bersuara. Sehingga sosok Hary Tanoe sebagai pengusaha yang berani melakukan "buldozer", mulai mengental.

MNC TV makin lama makin kuat. Sementara TPI sudah hilang ditelan waktu. Di dunia bisnis, nama Hary Tanoe makin berkibar sementara Mbak Tutut semakin dilupakan orang. Hary Tanoe makin berani tampil sebagai tokoh nasional.

Di luar kasus TPI, Hary Tanoe juga sempat bermasalah dengan Kejaksaan Agung. Tapi akhirnya kelanjutan pemeriksaan atas dirinya berhenti atau dihentikan. Sosok sebagai figur yang "kebal hukum" mulai menguat.

Pada era Indonesia dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, Hary Tanoe dikenal cukup dekat dengan keluarga Teuku Umar tersebut. Tetapi begitu Megawati digantikan Susilo Bambang Yudhoyono, dengan segera Hary Tanoe pun berpaling ke Cikeas.

Pergeseran sikap yang dilakukan Hary Tanoe ke kubu SBY sempat menimbulkan kontroversi. Adalah Eggy Sudjana salah seorang pengacara dan sekaligus aktifis Islam yang menuduh Hary Tanoe telah memberi hadiah mobil Jaguar kepada orang-orang dekat SBY.

Di tengah gencarnya tudingan itu, Hary Tanoe tetap maju dengan mendekati Presiden SBY. Pada satu masa, SBY menjadi pengisi acara radio jaringan yang dimiliki Hary Tanoe. Dengan cara itu, Hary Tanoe memiliki akses langsung kepada Presiden SBY. Setelah muncul kritik dan keberatan bahwa cara SBY meladeni jaringan media milik Hary Tanoe itu tidak patut, barulah program rutin tersebut dihentikan.

Baru-baru ini Hary Tanoe bergabung dengan Partai Nasdem yang didirikan Surya Paloh. Banyak yang berspekulasi, Hary Tanoe ingin berlindung pada Surya Paloh, seorang politisi yang sangat nasionalis.

Bergabungnya Hary Tanoe dengan Surya Paloh dalam satu kubu, juga merupakan sebuah kontroversi. Karena dari segi bisnis media, keduanya bersaing satu sama lainnya. Tapi nampaknya masuknya Hary Tanoe ke dunia politik karena ia ingin menjawab berbagai pandangan yang menyangsikan kapabilitas dan akuntabilitasnya.

Sama dengan caranya menjawab rasa sangsi orang atas kemampuannya menggantikan figur Bambang Tri di PT Bimantara Citra. Kini makin banyak orang yang mengapresiasinyasebab, Hary Tanoe mampu membuktikan bahwa tanpa Bimantara Citra ia bisa tetap berkiprah,

Dengan predikat sebagai pemilik MNC Grup, Hary Tanoe bisa membuktikan bahwa kelompok usaha ini bahkan jauh lebih besar jangkauan bisnisnya dibanding dengan nama Bimantara.

Ada yang tidak percaya kalau hanya dengan kemampuan finansial pribadi, Hary Tanoe bisa membeli Bimantara. Sebab hingga awal 2000-an, pergerakan Hary Tanoe sebagai pengusaha nasional, baru terbatas di lingkungan kelas menengah. Namun begitulah manuver Hary Tanoe. [mdr]

Berita Terkait
Kembali ke atas