NASIONAL
twitter facebook
Rabu, 4 Juli 2012 | 17:41 WIB

Bentrokan Kelompok Agama di Puger Dipicu SMS

Oleh:
Bentrokan Kelompok Agama di Puger Dipicu SMS
Foto : Ilustrasi

INILAH.COM, Jember - Sejumlah tokoh NU Kecamatan Puger mendatangi Markas Kepolisian RI Resor Jember, Jawa Timur, Rabu (4/7/2012). Mereka menuntut penyelesaian hukum kasus bentrokan antarkelompok di Puger.

Rombongan tersebut dipimpin Ketua Tim Advokasi NU Moch. Sholeh. Mereka ingin tahu, mengapa sejauh ini, Polres hanya menahan satu tersangka pelaku kekerasan.

Kerusuhan di Puger terjadi 30 Mei 2012 lalu. Saat itu, sekelompok orang mendatangi rumah Ustadz Fauzi, salah satu warga NU, dan berbuat kericuhan. Sekelompok orang itu mengancam Fauzi, agar tidak menggelar pengajian yang mengundang salah satu tokoh yang diduga penganut syiah. Salah satu warga sempat diserang dengan senjata tajam oleh kelompok yang datang ke rumah Fauzi.

Usai pertemuan, Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Jayadi mengatakan, ada perbedaan pandangan antara pihaknya dengan Sholeh dan kawan-kawan. Tim advokasi NU menghendaki agar empat orang yang diduga berperan dalam peristiwa 30 Mei segera ditangkap.

"Hukum kan tidak seperti itu. Hukum adalah apa yang diperbuat itu yang harus dipertanggungjawabkan secara pidana," kata Jayadi. Ia membenarkan adanya perencanaan kelompok yang dipimpin tokoh agama dari Kecamatan Tanggul itu untuk datang ke rumah Fauzi. Namun tidak dalam rangka kekerasan, melainkan klarifikasi mengenai jadi-tidaknya pelaksanaan pengajian.

Jayadi menyarankan agar para tokoh NU Puger tersebut didampngi penasihat hukum. "Sehingga mengerti konteks penegakan hukum," katanya.

Sebenarnya, lanjut Jayadi, bentrok antardua kubu dipicu oleh pesan pendek ponsel (SMS). Ada dua SMS yang dilayangkan ke dua belah kelompok yang memprovokasi untuk saling berbenturan. "Jadi seolah-olah dua kelompok ini diadu. Padahal tidak ada apa-apa. Jadi jangan percaya SMS," katanya.

Sementara itu, tersangka atas nama Ali Zainal akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jember untuk disidangkan. Ia diduga melakukan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam. Tidak tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka, sepanjang ada keterangan dan bukti yang mendukung. [beritajatim.com]

Berita Terkait
(Lukman Hakim Saifuddin) Absen Jadi Khatib Salat Idul Fitri
Kembali ke atas