NASIONAL
twitter facebook
Sabtu, 7 Juli 2012 | 01:40 WIB

Hajriyanto: Moeslim Ajarkan Kader Teologi Al-Maun

Oleh: Sumitro
Hajriyanto: Moeslim Ajarkan Kader Teologi Al-Maun
Ist

INILAH.COM, Jakarta - Muhammadiyah merasa kehilangan salah satu kader terbaiknya, Moeslim Abdurrahman, yang menghembuskan nafas terakhir di RSCM, Jumat (6/7/2012) malam.

Sebagai tokoh yang turut membimbing anak-anak muda Muhammadiyah, almarhum menurut salah satu Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hajriyanto Thohari, almarhum memberikan pemahaman dengan cara cerdas akan teologi Al-Maun sebagaimana inspirasi dilahirkannya organisasi Muhammadiyah.

"Mas Moeslim membimbing anak-anak muda Muhammadiyah dengan caranya sendiri yang sangat unik dan inkonvensional. Tidak banyak yang tahu bahwa sebetulnya Mas Moeslimlah yang berada di balik dinamika anak-anak muda Muhammadiyah," terangnya kepada INILAH.COM,

Almarhum, kata Hajriyanto, telah memperkenalkan paradigma 'teologi Al-ma'un' yg mengambil inspirasi bagaimana KH Ahmad Dahlan mengajarkan surat Al-Ma'un dalam Al-Qur'an.

Teologi pemahaman agama yang lebih mementingkan praksis dalam menyantuni orang-orang miskin dan kelompok yang terpinggirkan. Bukan gerakan Islam yang mementingkan upacara-upacara untuk pencitraan, seperti seremonial-seremonial yang serba gegap gempita tapi setelah itu tidak ada bekasnya.

Melalui teologi Al-Ma'un, menurutnya Mas Moeslim mencoba mengejawantahkan ilmu yang ditawarkan Kyai Dahlan untuk tidak terlalu banyak mendalami agama tapi tidak diamalkan. Yakni dengan memberikan jawaban atas pertanyaan, mengapa berpindah dari Surat Al-Ma'un ke surat yang lain kalau isi surat Al-Ma'un yang memerintahkan menyantuni anak yatim dan orang miskin itu belum diamalkan?

Atas dasar itu pula, masih kata Hajriyanto, Mas Abdurrahman memanifestasikan keberpihakannya kepada kaum terpinggirkan dengan merintis pembentukan Majlis Buruh, Tani dan Nelayan PP Muhammadiyah periode 2000-2005.

"Dia orang yang sangat getol dan gigih baik dalam kerja-kerja intelektual maupun dalam kerja-kerja praksis memberdayakan kaum buruh, tani dan nelayan melalui gerakan Muhammadiyah. Mas Moeslim bukan hanya concern pada gerakan intelektual, melainkan juga gerakan praksis," ucap Wakil Ketua MPR ini.

"Kami sungguh sangat sedih dan sangat kehilangan dengan kepergian Mas Moeslim. Rasanya terlalu cepat orang yang sangat baik ini dipanggil Tuhan," tambahnya.[dit]

Berita Terkait
((Ketua Komisi V DPR Meninggal)) PAN Merasa Kehilangan Kader Terbaiknya
Kembali ke atas