GAYA HIDUP
twitter facebook
Sabtu, 7 Juli 2012 | 18:09 WIB

Rahasia di Balik Rasa Manis Madu

Oleh: Dahlia Krisnamurti
Rahasia di Balik Rasa Manis Madu
Foto : Ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Madu. Semua orang tentu pernah dan bahkan sering kali mengkonsumsi si manis yang dihasilkan oleh lebah ini. Namun di balik rasa manisnya, madu mengandung berjuta manfaat bagi kesehatan.

Sejak zaman dahulu hasil dari lebah madu, sudah banyak digunakan oleh manusia, bukan hanya sebagai bahan pemanis, bahan makanan, bahan pengawet, tetapi juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Sebagai bahan obat-obatan sendiri, madu dianggap sangat berkhasiat untuk berbagai jenis penyakit dan keadaan. Seperti apa?

Madu memiliki kandungan yang sangat banyak dan bermanfaat bagi manusia. Kandungan yang terdapat dalam madu yaitu: gula (glukosa dan fruktosa), beragam mineral (kalsium, potasium, magnesium, sodium klorin, sulfur dan fosfor) dan vitamin-vitamin (B1, D2, B3, B5, B6, dan C).

Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa macam hormon, tembaga, iodium dan zinc, dengan kata lain hampir segala yang diperlukan oleh tubuh manusia.

Madu melindungi tubuh dari keluhan penyempitan kapiler dan arteriosklerosis (saluran darah ke janyung) dan juga membunuh bakteri. Bila diminum bersama air sejuk, madu menyatu ke dalam aliran darah hanya dalam waktu tujuh menit, dengan demikian merupakan unsur penyembuhcepat dan bagus untuk tubuh.

Madu juga sangat mujarab dengan kandungan kualitas antiseptik. Manfaat madu antara lain: menambah daya tahan tubuh, menambah gairah, memperbanyak produksi ASI, menyembuhkan darah tinggi, melancarkan darah dan urine, menyembuhkan panas dalam, mengobati reumatik, memperlancar fungsi otak, menyembuhkan luka bakar, baik untuk perawatan kulit, megobati sinusitis, flu, dan batuk.

Tak hanya itu, studi lain pada pasien bedah caesar dan histerektomi juga membuktikan keampuhan madu sebagai salep, dibanding pemakaian alkohol dan iodine.

Madu membuat pasien bebas infeksi dan sembuh lebih cepat. Kemanjuran itu karena madu berisi glukosa dan fruktosa, dua jenis gula yang sangat kuat untuk menyerap air sehingga luka cepat kering.

Madu segar mengandung enzim glukosa oksidase yang jika dikombinasikan dengan air akan menghasilkan hidrogen peroksida yang bersifat antiseptik. Madu juga mengandung antioksidan unik (pinocembrin) dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antibakteri. Beberapa studi membuktikan madu efektif melawan kuman Staphylococcus.

Hampir semua orang tahu manfaat madu bagi kesehatan. Madu murni bahkan aman bagi penderita diabetes melitus. Kandungan fruktosa yang tinggi dalam madu membantu merangsang produksi insulin alami bagi diabetesi.

Selama ini penderita diabetes cenderung membatasi konsumsi gula. Tak heran bermunculan tawaran gula diet buatan agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Tak banyak orang yang melirik madu untuk dijadikan pilihan pengganti gula. Memang cukup beralasan, pasalnya banyak diabetesi yang merasa madu memiliki kandungan gula cukup tinggi. [berbagai sumber/mor]

Kembali ke atas