INILAHKORAN.COM - PENDIDIKAN
twitter facebook
Jumat, 13 Juli 2012 | 18:20 WIB

PPDB Kota Cirebon Masih Diwarnai Siswa Titipan

Oleh: Ibnu Saechu
PPDB Kota Cirebon Masih Diwarnai Siswa Titipan
Meski PPDB di Cirebon sudah menggunakan sistem online, namun dalam pelaksanaanya tidak transparan dan masih diwarnai maraknya praktek penitipan siswa. - istimewa

INILAH.COM, Cirebon - Meski penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Cirebon sudah menggunakan sistem online, namun dalam pelaksanaanya tidak transparan dan masih diwarnai maraknya praktek penitipan siswa yang dilakukan oknum pejabat, anggota DPRD, LSM, dan sejumlah elemen lainnya.

Siswa titipan ini pun jumlahnya mencapai 700 siswa. Akibatnya, sejumlah SMP dan SMA negeri favorit di Cirebon terpaksa harus menambah rombongan belajar.

Siswa titipan tersebut tidak hanya berasal dari Kota Cirebon, tetapi juga dari luar kota. Sebagian besar dari mereka memiliki nilai ujian nasional (NUN) jauh di bawah nilai passing grade.

Informasi yang berhasil dihimpun, praktik titip-menitip siswa baru ini melibatkan oknum pejabat disdik yang mengeluarkan rekomendasi agar sekolah tujuan bisa menerimanya. Pihak sekolah pun tidak berani menolak karena adanya surat rekomendasi tadi.

Jebolnya rombel sejumlah SMP dan SMA negeri di Kota Cirebon juga karena banyaknya siswa yang masuk lewat jalur prestasi yang sebagian besar tidak dimunculkan nama-namanya di website PPDB online maupun yang diumumkan di masing-masing sekolah.

Berbagai cara dilakukan agar bisa memasukkan para siswa titipan tersebut ke sekolah-sekolah yang dituju, meski harus melanggar petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Disdik.

Salah satunya di SMPN 11 yang sejak awal ditetapkan bukan sebagai sekolah penerima jalur bina lingkungan. Namun saat pengumuman, secara diam-diam ditetapkan sebagai sekolah penerima jalur bina lingkungan sehingga puluhan pendaftar tercoret. Padahal NUN mereka besar. Berdasar juknis, daya tampung di SMPN 11 ini adalah 280. Namun, yang diumumkan sebanyak 161 dengan passing grade 25,70 hingga 29,05.

Kabid Litbang Dewan Pendidikan Kota Cirebon, M Rafi mengakui adanya indikasi titip-menitip siswa baru meski pada PPDB saat ini sudah menggunakan sistem online.

"Ternyata pada prakteknya sejumlah sekolah masih kurang transparan dalam pelaksanaan PPDB tersebut," ungkap dia.

Dia menyebutkan, indikasi titip-menitip siswa baru tersebut dengan berbagai modus, seperti dengan mengaburkan keterangan sekolah asal dan penambahan nilai 5 pada kolom prestasi yang seharusnya hanya untuk peraih prestasi internasional.

"Pelaksanaan PPDB online tidak sesuai target yang diharapkan yakni terciptanya transparansi dan tak ada praktek titip menitip siswa," kata dia.

Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon, Yuliarso juga membenarkan masih maraknya praktik titip menitip siswa dalam PPDB tahun ini. Dia menyesalkan sikap Disdik Kota Cirebon yang tidak berani menolak siswa titipan tersebut.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas