NASIONAL
twitter facebook
Rabu, 18 Juli 2012 | 23:11 WIB

FPI Akan Bakar Tempat Hiburan yang Buka Saat Puasa

Oleh:
FPI Akan Bakar Tempat Hiburan yang Buka Saat Puasa
beritajatim.com

INILAH.COM, Jombang - FPI (Front Pembela Islam) menegaskan bahwa tempat hiburan yang tetap buka saat bulan Ramadan layak dibakar. Pernyataan itu disampaikan oleh Wasekjen FPI Pusat, Ustad Awid Mashuri, saat menyampaikan orasi di depan gedung DPRD Jombang, Rabu (18/7/2012).

"Tempat hiburan yang buka pada saat Ramadan didiamkan atau dibakar. Tolong dijawab saudar-saudara," kata Awid kepada puluhan massa FPI yang ada di hadapannya. Dengan spontan, massa yang mengenakan pakaian serba putih itu menjawab dibakar secara serentak.

Pertanyaan itu diulang oleh Awid hingga tiga kali. Dan lagi-lagi, massa FPI menjawab dengan kompak dibakar. Ustad berjubah itu juga menyoroti rusaknya moral bangsa Indonesia. Mulai dari maraknya minuman keras, perzinaan, hingga korupsi yang menggurita. "Karena penuh kemaksiatan maka azab Allah datang di negeri ini," ujarnya disambut teriakan takbir.

Aksi FPI di depan gedung dewan itu bukan hanya diikuti para anggota FPI dari Jombang. Akan tetapi juga diikuti anggota dari Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto. Dengan menggunakan mobil bak terbuka yang dilengkapi sound system, massa menggelar pembacaan salawat secara bersama-sama. Selanjutnya, Wasekjen FPI menyampaikan tausiahnya.

Selain membawa bendera, para anggota FPI juga membawa sejumlah spanduk berisi sejumlah tuntutan. Diantaranya berbunyi 'Ramadan bulan ibadah, isi dengan taat.Tutup tempat maksiat, yang bandel sikat. Polisi tak berbuat masyarakat nekat.

"Tuntutan agar tempat-tempat hiburan ditutup juga sudah kita sampaikan melalui surat pada Polres, Kodim, Bupati dan kafe-kafe serta tempat hiburan lainnya," tambah Habib Abu Bakar Assegaf, ketua FPI Jombang.

Jika memang surat itu tidak diindahkan, FPI mengancam akan langsung sweeping kafe-kafe tersebut. Aksi yang digelar oleh FPI itu mendapat kawalan ketat dari anggota Polres Jombang. Praktis, jalan raya depan gedung DPRD Jombang padat merayap. Walhasil, hingga selesainya acara, suasana tetap kondusif. Tidak ada aksi sweeping yang dilakukan ormas tersebut.[beritajatim.com]

Berita Terkait
Kembali ke atas