INILAHKORAN.COM - MAUNG BANDUNG
twitter facebook
Jumat, 20 Juli 2012 | 11:37 WIB

Persib, Dulu Pencetak Pemain Bintang Kini Konsumen

Oleh: Yuliantono
Persib, Dulu Pencetak Pemain Bintang Kini Konsumen
Ketika meraih trofi juara Liga Indonesia I musim 1994/1995, kekuatan pemain lokal Persib Bandung menjelma menjadi Macan Asia yang begitu sangat ditakuti lawan. - istimewa

INILAH.COM, Bandung - Ketika meraih trofi juara Liga Indonesia I musim 1994/1995, di bawah pelatih bertangan dingin Indra Thohir kekuatan pemain lokal Persib Bandung menjelma menjadi Macan Asia yang begitu sangat ditakuti lawan.

Robby Darwis, Yudi Guntara, Ajat Sudrajat, Adeng Hudaya, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, dan beberapa pemain lokal lainnya, begitu ditakuti para lawan. Mereka mengusung permainan tiki-taka ala Maung Bandung.

Dengan kekuatan pemain asli Kota Bandung dan Jawa Barat, Persib menjadi penguasa kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Mantan pemain Persib era 80-an, Bambang Sukowiyono mengatakan kondisi yang dialami tim saat ini sudah jauh bertolak belakang dengan zaman ketika dia dulu masih aktif bermain.

Dia mengungkapkan, dulu Persib terkenal sebagai gudang pemain bertalenta, yang kerap diincar klub-klub lain. "Dulu Persib terkenal sebagai gudang pemain berkualitas. Dulu siapa yang tidak mau dengan pemain Persib. Banyak pemain bagus lahir di sini," ujarnya saat ditemui INILAH.COM di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kamis (19/7/2012).

Tetapi sekarang, Suko -sapaan Bambang Sukowiyono menilai Persib bukan lagi sebuah produsen pencetak pemain bintang. Melainkan menjadi konsumen, dengan membeli pemain-pemain bintang yang dibentuk tim lain.

"Saya sangat sedih, karena sekarang Persib menjadi konsumen. Kerjaannya hanya beli pemain bintang. Bukan mencetak pemain bintang. Padahal bahan (pemain) ada. Kita punya banyak pemain muda, tinggal dibina,” katanya.

“Seharusnya sebagai tim besar kita harus bisa menciptakan sendiri pemain bintang. Bukan menjadi konsumtif kayak sekarang. Ada pemain bagus, pengen beli. Ini stigma yang harus dibenahi," tutupnya.[ito]

Berita Terkait
Kembali ke atas