GAYA HIDUP
twitter facebook
Rabu, 25 Juli 2012 | 09:30 WIB

Inilah Latihan Fisik Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Oleh: Dahlia Krisnamurti
Inilah Latihan Fisik Bagi Tumbuh Kembang Bayi
IST

INILAH.COM,Jakarta - Aktivitas fisik yang tepat akan memacu tumbuh kembang anak secara optimal.


Pijat

Pijat memberikan banyak keuntungan bagi bayi dan ibu. Sentuhan kehangatan akan menghasilkan hormon yang memberikan ketenangan dan membantu si kecil mengatur suhu dan kadar gulanya serta menghilangkan kebiasaan menangis, selain juga berguna untuk menjalin kontak dengan sang bunda.

Bayi bisa mulai dipijat tak lama setelah bayi dilahirkan. Ada perbedaan memijat bayi baru lahir dengan bayi yang lebih besar, yaitu tekanan saat memijat bayi baru lahir lebih lembut ketimbang bayi yang lebih besar.

Waktu ideal melakukan pemijatan adalah pagi hari sebelum si kecil mandi dan malam hari sebelum tidur.

Berenang

Banyak orangtua merasakan saat memandikan bayi merupakan kegiatan membuat stres.

Padahal kegiatan falam air baik bermain maupun berenang bisa menjadi kegiatan bermain yang sangat menyenangkan. Pada dasarnya bayi sangat menyukai air.

Memanfaatkan kegiatan ini untuk bayi belajar dan mengeksplorasi diri. Siapkan air yang cukup hangat untuk ia berendam dan berenang. Posisikan bayi dengan memegang perutnya, dagu di atas air dan gerakan ia maju-mundur untuk mendorongnya menggerakkan kaki dan tangannya.

Kombinasikan kegiatan ini dengan bermain cipratan air dengan bayi yang akan membuatnya tertawa riang.

Senam

Senam pada bayi untuk perkembangan kemampuan kognitif dan fisik. Kegiatan ini membuat bayi berkesempatan untuk mencari tahu tentang dirinya sendiri sebagai individual. Proses ini sudah dapat dimulai sejak bayi usia enam bulan.

Lakukan senam ringan pada bayi setiap pagi atai sore, sambil bercerita atau bernyanyi.

Berguling

Bayi biasanya suka berguling dari posisi tengkurap ke terletang pada usia tiga bulan, sebelum akhirmya si kecil bisa melakukan gerakan sebaliknya dari telentang ke tengkurap saat usia 5-6 bulan. Sesekali bayi juga perlu beraktivitas di lantai, tempat ia bisa berguling-guling, tengkurap kemudian telentang lagi.

Bila bayi hanya duduk-duduk saka di kursinya, ia tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam proses belajar duduk, tengkurap dan merangkak. [mor]

Berita Terkait
Kembali ke atas