OLAHRAGA
twitter facebook
Selasa, 21 Agustus 2012 | 15:44 WIB

Inilah Agenda Munas PB PBSI 2012

Oleh: Reza Adi Surya
Inilah Agenda Munas PB PBSI 2012
Yacob Rusdianto - ist

INILAH.COM, Jakarta - PB PBSI akan menggelar Musyawarah Nasional 20-21 September 2012 di Yogyakarta. Berikut ini adalah beberapa agenda yang akan dibahas di Munas tersebut.

Setelah sempat beredar kabar yang simpang siur, PBSI menetapkan bahwa Munas akan digelar 20-21 September 2012 mendatang. Dalam Munas nanti akan dibahas beberapa masalah. Salah satunya adalah memilih Ketua Umum baru PBSI.

"Salah satu tujuan digelar Munas adalah mencari Ketua Umum baru periode 2012-2016. Tapi, agenda Munas bukan itu saja. Ada beberapa hal lain yang akan dibahas," ujar Yacob Rusdianto di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (21/8/2012) siang.

"Jika ingin menyempurnakan AD ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga), ya di Munas ini tempatnya. Nanti akan ada panitia Ad Hoc yang mengurusi soal AD ART," ia menambahkan.

Yacob mengaku tidak mengetahui apakah Djoko Susanto akan kembali maju sebagai kandidat Ketua Umum PB PBSI periode 2012-2016 mendatang.

"Itu hak beliau karena siapapun punya hak untuk maju atau tidak. Berbeda dengan PSSI yang harus memiliki pengalaman lima tahun berkecimpung di dunia PSSI sebelumnya, di PBSI tidak ada persyaratan seperti itu. Tapi, bisa saja berubah di Munas nanti untuk periode 2016-2020," katanya.

Hingga saat ini, belum ada calon Ketua Umum yang mendaftar karena kantor PBSI masih tutup dan baru akan aktif lagi Senin (27/8/2012).

"Kami akan segera mengedarkan surat resmi saat kantor sudah aktif kembali. Calon pemilih bisa mengambil formulirnya di kantor PBSI. Tidak ada syarat tertentu bagi yang ingin mendaftar. Yang jelas, ia harus warga negara Indonesia."

Pemilihan bulan September untuk Munas, kata Yacob, agar tidak terlalu mepet dengan turnamen yang sudah bergulir di bulan Januari sehingga calon Ketua Umum nantinya memiliki waktu beberapa bulan untuk menyusun program kerjanya.

"Januari itu sudah ada dua turnamen, Malaysia Terbuka Superseries dan Korea Terbuka Superseries Premier. Jika digelar bulan Desember, maka terlalu mepet waktunya," Yacob menutup.[yob]

Berita Terkait
Kembali ke atas