INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Minggu, 26 Agustus 2012 | 18:03 WIB

Warga Khawatir Ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi

Oleh: Dian Prima
Warga Khawatir Ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi
Ketenangan kerukunan masyarakat di Kampung Lemahdulur Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga terusik dengan munculnya aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi di kampung mereka. - inilah.com/Dian Prima

INILAH.COM, Bogor - Ketenangan kerukunan masyarakat di Kampung Lemahdulur Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga terusik. Mereka resah dengan munculnya aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi yang berpusat di padepokan silat dan pengobatan di kampung mereka.

Mereka resah karena ajaran mereka dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Aliran tersebut memperbolehkan pengikutnya tidak menjalankan salat wajib. Kalimat syahadat pun mereka ganti.

Ketua RT 04/06 M Sidik (51) membenarkan keresahan warga. Kehadiran aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi dibawah pimpinan Agus Sukarna ini terlihat merekrut puluhan warga setempat dalam satu tahun lalu. "Kita mencatat ada 7 warga kita yang mengikuti ajaran dari aliran ini. Tapi penghuni di padepokan silat jumlahnya sudah mencapai 50 orang lebih," tutur Sidik, Minggu (26/8/2012).

Dalam beraktivitas, para pengikut aliran ini tidak terlihat berlebihan. Namun dengan ajaran yang mereka sebarkan, warga khawatir akan mempengaruhi akidah masyarakat setempat. "Kita sudah meminta para pengikut ini untuk membubarkan diri dan bertobat serta kembali kepada ajaran Islam yang benar," tegas Sidik.

Menyikapi keresahan masyarakat ini, pihak Muspika langsung memanggil pimpinan dan pengikut aliran ini. Bertempat di Kantor Kecamatan Dramaga, para pengikut aliran ini diminta untuk bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya.

Sekretaris Kecamatan Dramaga, Suma mengatakan, setelah terjadi demontrasi warga, pihak Muspika langsung memanggil guru dan pengikut aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi untuk dilakukan mediasi. “Mereka sudah bertobat, Sabtu (25/8/2012) kemarin. Di hadapan warga Agus Sukarna, guru aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi, mengaku bertobat dan tidak akan menyebarkan ajarannya,” tutur Suma.

Suma menuturkan, sang guru aliran sesat, Agus Sukarna pun menandatangani surat perjanjian dihadapan Muspika untuk tidak menyebarkan ajaran sesat mereka. "Sedikitnya, 12 pengikut yang ada di padepokan menyatakan tobat dan membaca dua kalimat syahadat. Mereka mengucapkan kalimat syahadat tersebut dihadapan para ulama dan masyarakat," papar Suma.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas