GAYA HIDUP
twitter facebook
Minggu, 2 September 2012 | 07:03 WIB

Gamma Knife Jadikan Pengobatan Kanker Lebih Mudah

Oleh: Dahlia Krisnamurti
Gamma Knife Jadikan Pengobatan Kanker Lebih Mudah
Gamma Knife - roswellpark.org

INILAH.COM, Jakarta - Penanganan tumor otak, terutama yang berukuran kecil, tak harus ditangani dengan pembedahan terbuka. Penyakit itu kini dapat diatasi dengan teknologi gamma knife berbasis sinar radiasi.

Hal ini diungkapkan Dokter spesialis Bedah Syaraf RS Siloam Karawaci, Dr Lutfi Hendriansyah, SpBs dalam acara seminar tehnik terbaru bedah tumor otak dengan blue ray dan radiation therapy dengan RAPID ARC di RS MRCCC, Siloam Semanggi, Sabtu (01/9).

Gamma knife merupakan metode terapi sinar gamma untuk kelainan pada otak tanpa membuka tulang tengkorak. Dalam operasi ini, dipancarkan 200 sinar radiasi yang difokuskan ke tumor atau target lainnya.

"Sekarang dengan lebih dari 200 sinar, maka kapasitas penularan sinarnya tidak menimbulkan radio mikrotik atau organ sehat yang rusak akibat paparan sinar radiasi secara terus menerus. Sinarnya langsung fokus ke target, sehingga meminimalkan efek samping," kata Lutfi.

Lutfi menjelaskan, setiap pancaran sinar mempunyai dampak kecil terhadap sel otak yang dilaluinya, tapi memiliki dosis radiasi yang cukup besar pada lokasi target di mana semua pancaran sinar bertemu. Bahkan, dalam beberapa kasus hanya menimbulkan sedikit efek samping dibandingkan dengan perawatan radiasi biasa.

Sedangkan, cara konvensional menggunakan sinar cobalt hanya sebesar 1 resource, sehingga merusak sel lainnya yang sehat. Dicontohkan, ketika sinar dimasukkan tidak hanya mengenai tumor melainkan juga otak, dan bahkan kulit kepala gosong. "Keakuratan operasi gamma knife hampir tidak mengakibatkan kerusakan pada sel-sel yang berada di sekitar target penyinaran," jelas Lutfi.

Lutfi menambahkan otak sebagai pusat sensor dari semua kegiatan tubuh adalah bagian yang sangat rentan dan sensitif. Otak dipenuhi jaringan syaraf yang lunak dan jika mengalami gangguan akan mempengaruhi kehidupan seseorang.

Melalui operasi terbuka maka ada risiko dokter menyentuh syaraf tertentu, dan mengakibatkan kecacatan pada pasien. Sebaliknya, dengan menggunakan metode ini kepala pasien tidak perlu lagi dibedah sehingga risiko bisa diminimalisir.

Menurut Lutfi, dampak perawatan ini terlihat seiring berjalannya waktu. Sel tumor mati dalam sekian bulan atau tahun kemudian. Lesi atau tumor akan hancur atau mengecil secara berkala, dan akhirnya menghilang atau tidak mengalami pertumbuhan. Selanjutnya, pasien berkonsultasi dan melihat perkembangannya. Pasien juga akan mendapatkan obat-obatan untuk mengendalikan keluhannya.

“Untuk mengetahui proses kesembuhannya, ada tindakan follow up. Tumornya bisa lebih kecil, lebih kecil, dan pada tahun ketiga sudah tidak kelihatan,” ujar dia. Tak hanya itu, dalam paparannya, Lutfi juga memberi gambaran, pada operasi otak, pasien harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 50 - Rp70 juta. Itu belum termasuk biaya rawat inap di ruang ICU yang mencapai Rp10 juta per hari. Paling tidak pasien harus dirawat selama satu hingga dua pekan.

"Sedangkan dengan Gamma Knife, pasien cukup mengeluarkan biaya sekitar 10 - 12 ribu US$. Pasien juga bisa langsung pulang tanpa harus rawat inap," urai Lutfi.

Berita Terkait
(Bukapuasa Bersama Anak Penderita Kanker) Kesadaran Tinggi Kanker Anak Percepat Pengobatan
Kembali ke atas