NASIONAL
twitter facebook
Selasa, 4 September 2012 | 08:04 WIB

Kemenag Jombang Siap Tarik Alquran Salah Cetak

Oleh:
Kemenag Jombang Siap Tarik Alquran Salah Cetak
ilustrasi

INILAH.COM, Jombang – Kementerian Agama (Kemenag) Jombang siap menarik kembali Alquran yang sudah didistribusikan jika memang terdapat kesalahan cetak. Hanya saja, hingga saat ini Kemenag belum menemukan adanya Alquran yang salah cetak tersebut.

"Hingga detik ini kami belum menemukan indikasi kesalahan cetak tersebut. Tapi jika memang disini ada Alquran salah cetak sebagaimana yang ramai diberitakan itu, kita siap menariknya kembali," kata Barozi, Kepala Kemenag Jombang, Selasa (4/9/2012).

Dia mengungkapkan, tahun ini Kemenag Jombang mendistribusikan 980 eksemplar Alquran. Kitab suci itu merupakan terbitan pusat tahun 2011. Belakangan, Alquran yang dicetak perusahaan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (AAAI) itu dinyatakan memiliki beberapa kesalahan cetak.

Makanya sejumlah tokoh termasuk mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni mendesak agar Alquran salah cetak itu ditarik dari peredaran.

"Meski cetakan 2011, tapi kita baru menerimanya tahun ini. Makanya langsung kita distribusikan dan baru selesai Agustus kemarin. Pendistribusian tersebut meliputi ke masjid, pesantren dan majelis-majelis taklim. Selain distribusi langsung, sebagian besar Alquran itu juga kita distribusikan melalui KUA," kata Barozi merinci.

Jika memang masyarakat mendapati adanya Alquran salah cetak, ia meminta agar langsung dikembalikan ke Kemenag atau KUA. Kemenag dalam waktu dekat akan membentuk tim untuk memeriksa ulang isi Alquran yang telah didistribusikan tersebut.

"Meski dari pemeriksaan sekilas yang dilakukannya kemarin, kami tidak mendapati kesalahan cetak sebagaimana yang marak diberitakan, tetapi kami akan bentuk tim," katanya.

Seperti diberitakan, Direktur Lembaga Percetakan Alquran (LPQ) Sarmidin Nasir mengaku menemukan kesalahan cetak pada sampel Alquran yang diambil di Bogor dan Cirebon. Beberapa kesalahan itu antara lain terdapat kesalahan cetak pada halaman 88 yang seharusnya berlanjut ke halaman 89 tetapi yang terjadi ke halaman 57.

Berikutnya halaman kurang atau isi kurang mulai halaman 89 sampai 120. Hal ini berulang lagi di tengah. Lantas, terjadi harakat kasroh menjadi tanwin. Ini terdapat di halaman 339, seharusnya berbunyi 'bi afwahikum' menjadi 'bin afwahikum'.

Kemudian ada tulisan botak, tak terlihat ayatnya. Ini terjadi pada halaman 367. Kesalahan teknis lainnya, yaitu sebagian besar halamannya membayang. Kelihatan dobel. Berikutnya di beberapa halaman tercetaknya keriput. Hal itu terjadi lantaran kertasnya keriput pula, sehingga hurufnya terpotong-potong. [beritajatim.com]

Berita Terkait
Kembali ke atas