INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Selasa, 25 September 2012 | 19:15 WIB

Kebutuhan Hewan Kurban di Garut Capai 11.500 Ekor

Oleh: Nul Zainulmukhtar
Kebutuhan Hewan Kurban di Garut Capai 11.500 Ekor
Sapi Kurban - inilah.com\Nul Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Kebutuhan hewan ternak untuk kurban pada Idul Adha tahun 2012 di Kabupaten Garut terbilang cukup tinggi, mencapai sekitar 8.000 hingga 11.500 ekor.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kabupaten Garut, Hermanto, hewan ternak untuk kebutuhan kurban tersebut terdiri atas ternak sapi sekitar 2.000-2.500 ekor, domba sekitar 5.000-7.000 ekor, dan kambing sekitar 1.000-2.000 ekor.

"Kebutuhan ternak kurban setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Namun untuk pengadaan ternak besar, khususnya sapi, Garut masih terbatas penyediaannya. Sehingga kita masih mendatangkan dari luar, terutama Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Hermanto, Selasa (25/9/2012).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, RM Iman Budiman menjelaskan, dari kebutuhan ternak sapi sebanyak 2.000-2.500 ekor sapi itu hanya mampu dipenuhi dari ternak yang ada di Kabupaten Garut sendiri sekitar 800 hingga 1.000 ekor.

Untuk menutupi kekurangannya, ternak sapi didatangkan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari Jawa Tengah terutama Ambarawa, Magelang (Grobogan, Muntilan, Prambanan), Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung (Parakan), dan Gunung Kidul. Sedangkan dari Jawa Timur, terutama daerah Pacitan, Madiun, dan Blitar.

"Kita rencanakan sebanyak 1.500 ekor ternak sapi didatangkan dari Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Iman.

Menurut Iman, Disnakkanla Garut telah membentuk tim pengawas pelaksanaan Idul Adha untuk memonitor kesehatan hewan kurban. Mulai penampilan fisik/performance ternak kurban hingga keadaan dalamnya. Terutama pencegahan hewan terjangkit penyakit menular, seperti antraks, dan brucellosis (keguguran).

"Alhamdulillah. Sejauh ini di Kabupaten Garut tidak pernah ditemukan penyakit antraks. Mudah-mudahan Garut terus terbebas dari penyakit menular hewan membahayakan ini," ujar Iman.

Dalam upaya menjamin higienitas hewan ternak pedaging, kata Iman, pihaknya juga secara bertahap melakukan sosialisasi dan terapan umum di tingkat kecamatan menyangkut penyembelihan hewan.

"Sejumlah pengurus masjid kita ikutsertakan pelatihan penyembelihan di Lembang untuk menambah wawasan dan keterampilan bagaimana menyembelih yang benar, dan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan," ujarnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas