INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Minggu, 7 Oktober 2012 | 11:23 WIB

Lomba Layang-Layang Sawangan Hiasi Langit Ciamis

Oleh: Andriansyah
Lomba Layang-Layang Sawangan Hiasi Langit Ciamis
Inilah.com/Andriansyah

INILAH.COM, Ciamis - Perlombaan layang-layang tradisional Bapangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan layangan Sawangan menghiasi langit dengan kelap kelip lampu berwarna-warni yang sengaja dipasangan di layangan tersebut.

Perlombaan layang-layang tersebut ternyata tidak harus di selenggarakan disiang hari ataupun di pantai dan di pegunungan. Perlombaan layang-layang Sawangan kali ini digelar pada malam hari di tengah sawah milik warga, di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Ciamis.

Panitia perlombaan layang-layang Dede mengatakan pagelaran lomba layang-layang Sawangan tersebut merupakan yang ke tiga kalinya dan perlombaan kali ini di ikuti sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah.

“Peserta lomba bukan hanya dari kabupaten ciamis, tetapi para peserta lomba layang-layang kali ini banyak dari luar ciamis, di antaranya cilacap, Tasik dan Garut," ujarnya saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (7/10/2102).

Dia mengatakan biaya pendaftaran perlombaan tersebut Rp15 ribu dan Rp 10 ribu untuk peserta yang daftar ulang. "Dalam perlombaan layang-layang tradisional Sawangan tersebut, peserta wajib menerbangkannya pada malam hari,” tuturnya.

Dede menjelaskan peserta lomba layangan saat melakukan pertandingan di arena itu diterbangkan setinggi 200 meter yang diikatkan di patok yang sudah diberi nomor atau tanda masing-masing peserta.

“Ketinggian pertandingan layangan tersebut itu dibatasi hanya setinggi 200 meter, Bagi peserta yang layangannya tidak bisa terbang maka akan di diskualifikasi atau gugur, atau setelah tiga kali di kasih kesempatan untuk terbang dan untuk menentukan sang pemenangnya, maka layangan yang paling lama bertahan terbangnya, tapi jika layangan peserta yang sudah terbang ke atas kemudian jatuh ke tanah maka layangan peserta dianggap kalah,” terang Dede.

Salah seorang peserta asal Cilacap yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Satim mengaku mengikuti perlombaan layangan sawangan karena hobi.

“Saya mengikuti perlombaan ini hanya karena hobi, bukan karena hadiahnya. Saya berharap kegiatan seperti ini terus di adakan karena perlombaan seperti ini menjadi daya tarik masyarakat pencinta layang-layang apalagi ini layang-layang yang bisa menyala karena dipasang lampu warna-warni sehingga indah jika memandang langit,” tandasnya.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas