INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Minggu, 7 Oktober 2012 | 22:11 WIB

Bantuan SMK Swasta di KBB Dinilai Janggal

Oleh: Putra Prima
Bantuan SMK Swasta di KBB Dinilai Janggal
ilustrasi

INILAH.COM, Ngamprah - Setelah melakukan investigasi mendalam, Pendiri Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) Asep Suhardi mengatakan terdapat beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan penyaluran Bantuan hibah untuk sarana pendidikan dan kemasyarakatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Tahun Anggaran 2012.

Dana senilai Rp1,65 miliar yang akan disalurkan kepada 69 kelompok penerima dengan besaran yang bervariasi antara Rp 5 juta hingga Rp 40 juta itu, diduga kuat tidak disalurkan sesuai peruntukannya.

Menurut Asep, salah satu kejanggalan yang paling mencolok adalah dalam penyaluran dana hibah atau bantuan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di KBB itu. masing-masing sekolah tidak menerima sesuai dengan nominal yang tertera pada surat keputusan (SK) pencairan anggaran dari Pemkab Bandung Barat.

Dari data yang diperolehnya, berdasarkan SK penyaluran dana yang ditandatangani langsung oleh Bupati Bandung Barat Abubakar, terdapat 35 SMK swasta di KBB yang memperoleh bantuan masing-masing sebesar Rp40 juta. Adapun anggaran tersebut telah ditetapkan dan diperuntukkan membeli peralatan olahraga dan seni dalam rangka meningkatkan akselerasi pembangunan pendidikan dan keolahragaan di KBB.

"Tapi ternyata pihak sekolah justru tidak menerima dana hibah itu secara tunai. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk barang yang langsung dikirim (dropping) ke sekolah. Itu jelas sudah menyalahi aturan," kata Asep Suhardi saat ditemui di Padalarang, Minggu (7/10/2012).

Menurut Asep, selain menyalahi aturan dan sistematika yang sudah tertera di dalam SK Bupati, dari hasil survei ke toko-toko yang menyediakan barang-barang atau peralatan olahraga dan kesenian, ternyata jumlah barang yang didroping ke masing-masing sekolah SMK itu sebagian besar tidak sesuai dengan kebutuhan di tiap sekolah. Pasalnya, pihak sekolah rata-rata sudah memiliki barang atau peralatan yang diberikan oleh Pemkab Bandung Barat tersebut.

Dengan kejanggalan tersebut, Asep menduga telah terjadi praktik mark up harga barang dan peralatan olahraga dan kesenian yang didrop ke 35 SMK di KBB.

Pasalnya, ketika pihaknya melakukan pengecekan harga pasar, ternyata seluruh peralatan olahraga dan kesenian seperti bola sepak, bola voli, organ, gitar dan sejumlah peralatan lainnya yang disalurkan Disdikpora kepada tiap sekolah tidak mencapai Rp40 juta. Bahkan jika dirupiahkan, barang-barang tersebut nilainya tidak mencapai Rp18 juta.

"Kalau saya hitung-hitung, nilainya sangat jauh dari nilai bantuan yang seharusnya diterima. Setengahnya saja tidak, padahal saya sudah lebihkan hitungnya," kata Asep[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas