INILAHKORAN.COM - LINTAS JABAR
twitter facebook
Senin, 8 Oktober 2012 | 19:35 WIB

Sering Ribut, Warga Protes Keberadaan Guest House

Oleh: Evi Damayanti
Sering Ribut, Warga Protes Keberadaan Guest House
Guest House - istimewa

INILAH,Bandung- Merasa terganggu dengan aktivitas tamu geust house,puluhan warga Kompleks Taman Lingkar Selatan, Jalan Peta Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojong Loa Kaler, Kota Bandung memprotes keberadaan guest house (pondokan) tersebut.

Protes disampaikan warga kepada Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung melalui surat yang ditembuskan ke Wali Kota, Satpol dan Camat. Bukan hanya surat dari warga, Dewan Kemakmuran Mesjid Jami Manba'ul Khoirot pun mengaku keberatan adanya pondokan itu.

Iwan Gunawan (50) salah seorang warga menyampaikan hampir seluruh warga tidak menyetujui pondokan tersebut. Warga beranggapan pondokan di kompleks tidak boleh ada aktivitas yang mendatangkan banyak orang karena menganggu warga sekitar.

"Warga yang menandatangani surat keberatan itu ada sebanyak 58 orang. Itu karena mengganggu ketertiban, kenyamanan, mengundang kerawanan," kata Iwan, di lokasi, Senin (8/10/2012).

karenanya, lanjut dia, warga meminta Pemkot Bandung agar meninjau kembali izin Taman Lingkar Guest House tersebut, sementara izin akan habis pada 15 Oktober 2012. Dalam surat keberatan tersebut, warga beralasan banyaknya aktivitas pengunjung Guest House menghambat lalu lintas setempat karena kurangnya fasilitas parkiran.

Selain itu, lingkungan menjadi tidak kondusif karena kegiatan di guest house berlangsung selama 24 jam. “Keberadaannya membuat image lingkungan kompleks menjadi terganggu. Makanya warga menolak dan meminta pemkot tidak memperpanjang lagi izinnya," kata Iwan yang rumahnya berdekatan dengan Guest House.

Kepala Bidang Perizinan BPPT Kota Bandung, Yudi mengatakan surat keberatan warga sudah sampai di BPPT dan untuk selanjutnya akan dipertimbangkan. Dia mengaku, guest house itu ada izinnya dan akan habis 15 Oktober 2012. "Akan kita pertimbangkan dulu untuk izin selanjutnya," katanya.

Camat Bojongloa Kaler, Dedi Supandi membenarkan warg disekitar lokasi memprotesnya dan surat rotesnya pun sudah sampai kepadanya. Dedi mengaku pada Juli 2012 lalu sudah datang ke lokasi bersama muspika dan bertemu dengan pemilik guest house Lili Hartono untuk menyampaikan aspirasi warga tersebut. Saat itu, Lili merasa legal karena punya izin, jadi kalau ditutup harus semua karena yang usaha di kompleks tersebut tidak hanya dirinya.[tan]

Berita Terkait
Kembali ke atas