INILAHKORAN.COM - SERBA-SERBI
twitter facebook
Sabtu, 13 Oktober 2012 | 08:01 WIB

Arca Domas, Kuburan Bersejarah bagi Bangsa Jerman

Oleh: Dian Prima
Arca Domas, Kuburan Bersejarah bagi Bangsa Jerman
Kabupaten Bogor punya tempat bersejarah bagi bangsa Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia kerap mengunjunginya setiap tahun. - inilah.com/Dian Prima

INILAH.COM, Bogor - Kabupaten Bogor punya tempat bersejarah bagi bangsa Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia kerap mengunjunginya setiap tahun.

Namanya Kuburan Arca Domas. Berada di Desa Sukaresmi Kecamatan Ciawi. Di sana, pepohonan besar menjulang di mana-mana. Hawa dingin menusuk pori-pori. Wangi bunga tercium. Permukaan tanah berlumut, membuka jalan menuju kuburan. Betul-betul lingkungan penuh aroma mistis.

Ada sebuah tugu di sana. Bertuliskan bahasa Jerman. Tugu itu tepat berada di depan 10 kuburan. Kemudian, sebuah penjelasan dan papan peringatan juga tertera di permukaan tugu. Singkatnya, isi tulisan berupa larangan merusak kuburan dan penjelasan tahun kuburan dibangun yaitu 1914.

Dua arca berada di sisi kanan dan kiri 10 kuburan itu. Semua kuburan itu adalah jenazah tentara Jerman yang gugur di akhir Perang Dunia ke-2. Dua di antaranya tak dikenal. Mereka meninggal lantaran sakit dan akibat tindak kekerasan

Konon, kuburan Arca Domas kerap dikunjungi pemerintah Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia pun selalu mendapat perintah berziarah ke makam tersebut. Utamanya, setiap ada perayaan hari besar di Jerman. Bahkan, biaya perawatan tempat ini juga berasal dari Jerman.

Lokasi kuburan bisa ditempuh dari pertigaan Gadog menuju Pasir Muncang. Jalan sempit berbatu dengan hawa dingin akan semakin terasa bila mengunjungi kuburan ini. Terlihat pula panorama alam sejuk dari puncak perkebunan teh ini. Makin lengkap dengan hilir mudik warga membawa kayu bakar.

Konon, tentara-tentara itu datang ke Indonesia menumpang kapal selam. Mereka bertugas membawa bahan-bahan baku penting selama perang bagi Angkatan Laut Jerman. Saat itu, Indonesia dijajah Jepang. Jalur perairan banyak diblokade Sekutu. Melalui rencana Angkatan Laut Jerman, banyak pelaut gugur.

Setiap peringatan Hari Berkabung Nasional, Duta Besar Jerman beserta Atase Militer Jerman meletakkan karangan bunga di makam tersebut. Setelah itu, secara teratur juga diselenggarakan kebaktian oikumene/misa arwah, oleh Komunitas Katolik dan Protestan yang berbahasa Jerman.

Menurut tokoh masyarakat setempat, dulu zaman penjajahan, banyak prajurit Jerman yang mulai masuk ke perkebunan teh. Namun, para pribumi berhasil berjuang melumpuhkan prajurit Jerman tersebut. Konon prajurit Jerman yang tewas itu dibakar. Jadi, kuburan itu hanya berisi abu.

Di bagian bawah kuburan, terdapat satu rumah kecil. Inilah tempat kuncen bertugas menjaga kuburan ini. Komar (55), seorang penunggu kuburan mengatakan, meski sudah berusia tua, kuburan ini tetap terawat. Dia mengatakan, sudah ada 4 kuncen yang menunggu kuburan ini.

“Saya juga tidak tahu persis sejarah kuburan ini, saya kuncen ke 5 di sini,” ujar Komar.

Komar hanya ingat, pada 1990, Arca sebelah kiri dicuri. Tangan jahil yang merusak dan mencuri arca tersebut sempat membuat kesan mistis terasa. Komar mengaku sempat melihat Arca yang sudah patah tersebut terbang di depannya.

Konon kabarnya, Arca tersebut melintas ke negara Jerman. “Ketika terbang terdengar bisikan kalau Arca tersebut akan pindah ke Jerman,” kata dia.

Kesan angker memang sangat terasa jika menginjakkan kaki ke Arca Domas. Bahkan, saat salah satu stasiun TV nasional menayangkan acara gaib, tidak ada yang kuat lama. Orang yang berani bisa kemasukan roh.

“Waktu itu ada yang uji nyali, namun tidak ada satu pun peserta yang kuat. Di sini memang angker. Tapi anehnya cuma terasa saja, jarang ada penampakan secara langsung,” tambahnya.

Saat disinggung biaya perawatan, Komar mengatakan setiap tahun ada orang penting Jerman yang sering menengok ke lokasi ini. “Mereka memberi uang perawatan dan gaji,” ujarnya tanpa menyebutkan besaran dana yang diterimanya.

Seiring perkembangan zaman yang pesat, di sekitar kuburan Arca Domas kini sudah ramai. Meski jalan masih rusak parah, di sekitar kebun teh ada salah satu perusahaan yang membudidayakan tanaman hias. Walhasil, mulai tahun 2000, kondisi di areal tersebut memang bertambah ramai.[gin/jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas