INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Minggu, 14 Oktober 2012 | 13:30 WIB

Verifikasi Parpol, KPU Garut Tunggu Instruksi

Oleh: Nul Zainulmukhtar
Verifikasi Parpol, KPU Garut Tunggu Instruksi
KPU Kabupaten Garut - inilah.com\Nul Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut masih menunggu instruksi KPU Pusat untuk melaksanakan verifikasi faktual atas partai politik (parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Untuk verifikasi faktual parpol, kita masih menunggu KPU Pusat. Saat ini, kita sedang memonitor verifikasi faktual bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari jalur independen di PPS (Panitia Pemungutan Suara)," kata Ketua KPU Kabupaten Garut, Aja Rowikarim, Minggu (14/10/2012).

Menurut Aja, balon Gubernur dan Wakil Gubernur dari jalur independen yang dinyatakan lolos administrasi hanya satu, yakni pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib (Dikdik-Toyib). Bukti dukungan bagi pasangan tersebut berasal dari Kabupaten Garut, mencapai sekitar 223.000 suara dukungan.

"Bisa saja jumlahnya berkurang setelah diverifikasi faktual. Pertama menyangkut daftar nama pendukung, nomor kependudukan, tempat tanggal lahir, dan tanda tangan. Juga pengecekan administrasinya apakah ada di wilayah kerja PPS bersangkutan atau tidak," kata Aja.

Bila memenuhi syarat secara administratif, lanjut Aja, verifikasi faktual berlanjut dengan mengumpulkan orang dengan menghubungi tim kampanye. "Kita beri waktu 3 hari untuk mengumpulkan orang. Dan bila tidak sanggup, atau tidak ada tim kampanye, PPS berkewajiban melakukan verifikasi faktual secara door to door," ujarnya.

Menyangkut parpol calon peserta Pemilu 2014, Aja menyebutkan terdapat sebanyak 24 parpol menyampaikan berkas dokumentasi persyaratan di KPU Kabupaten Garut hingga 29 September 2012.

Mereka yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golongan Karya (PG), Partai Demokrat (PD), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Nasional Republik (Nasrep), Partai Persatuan Nasional (PPN), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Buruh, dan Partai Republik.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas