INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Selasa, 16 Oktober 2012 | 15:17 WIB

Pelantikan 4 Pengawas TK/SD Diduga Cacat Hukum

Oleh: Benny Bastiandy
Pelantikan 4 Pengawas TK/SD Diduga Cacat Hukum
istimewa

INILAH.COM, Cianjur - Pelantikan empat orang pengawas TK/SD bersamaan dilantiknya 112 Kepala SD, SMP, dan SMA di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, yang dilakukan belum lama ini di aula PGRI Kecamatan Sukanagara, diduga tanpa melalui mekanisme yang ditetapkan alias cacat hukum.

Disinyalir, pelantikan empat orang pengawas sekolah itu dinilai melanggar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 12/2007 tentang Standar Pengawas Sekolah, serta Keputusan Menteri Pendayaguaan Aparatur Negara (Kepmenpan) RI Nomor 21/2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

"Mereka (empat pengawas) masuk dalam pelantikan 112 kepala SD, SMP, dan SMA, serta pengawas di lingkungan Disdik Kabupaten Cianjur yang dilakukan belum lama ini. Padahal sepengetahuan kami, mereka tidak pernah mengikuti testing calon pengawas. Padahal kalau mengacu aturan Permendiknas Nomor 12/2007 dan Kepmenpan No 21/2010, mereka harus mengikuti testing calon pengawas dulu. Itu juga harus dinyatakan lulus terlebih dulu," terang salah seorang sumber kepada wartawan, Selasa (16/10/2012).

Menurutnya, jika mengacu aturan, seorang pengawas sekolah terlebih dulu harus memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. Menurut kabarnya, kata dia, ke empat pengawas itu diduga akan diikutsertakan mengikuti testing susulan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana peraturan.

"Kondisi ini tentunya akan menjadi preseden buruk dalam proses perekrutan pengawas, khususnya bagi kepala sekolah yang telah mengikuti testing calon pengawas," tegasnya.

Kepala Bidang TK/SD Disdik Kabupaten Cianjur Moch Asep Saepurohman membantah pelantikan sejumlah pengawas TK/SD cacat hukum. Menurut Asep, semuanya sudah menempuh prosedur yang ditetapkan. "Ah tidak. Semuanya juga sudah menempuh prosedur kok. Tidak cacat hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh melantik sebanyak 112 kepala SMA, SMK, SMP, SD, dan pengawas sekolah di lingkungan Disdik Kabupaten Cianjur, Jumat (16/10/2012). Tjetjep mengharapkan kepala sekolah dan pengawas yang telah dilantik agar meningkatkan kinerja. Mereka pun harus mau ditempatkan dimana saja sebagai upaya mencapai indeks pembangunan manusia (IPK) sesuai program yang diharapkan.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas