INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Minggu, 28 Oktober 2012 | 15:30 WIB

Penetapan DPT, KPU Purwakarta Hadirkan Parpol

Oleh: Asep Mulyana
Penetapan DPT, KPU Purwakarta Hadirkan Parpol
istimewa

INILAH.COM, Purwakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Minggu (28/10/2012). Adapun jumlah pemilih pada Pilkada Purwakarta 2012 sebanyak 639.827 pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Purwakarta Deni Ahmad Haidar mengatakan, jumlah DPT tersebut hasil verifikasi atas Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sebelumnya mencapai 636.464 pemilih, atau terjadi penambahan sebesar 3.363 pemilih. Akan tetapi, meskipun sudah ada penetapan DPT, data tersebut dapat bertambah lantaran adanya peluang penambahan dalam datar tambahan.

“Penetapan DPT ini belumlah final. Sebab sebagaimana tahapan pemilukada, masih adanya kesempatan penambahan pemilih sampai 31 Oktober. Artinya, pemilih yang tidak ter-cover dalam DPT dapat melapor ke PPS setempat agar datanya masuk dalam daftar tambahan,” jelas Deni, Minggu (28/10/2012).

Jika sampai melewati batas waktu yang ditentukan, sambung Deni, jelas tidak akan bisa. Karena sudah tidak ada lagi penambahan. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk dimaksimalkan. “Sangat mudah untuk mengecek apakah datanya masuk dalam DPT atau tidak, karena semua sudah terpampang di Kantor PPS,” tegas Deni.

Dari pantauan, sebelum dilakukan penetapan, KPU sengaja mengumpulkan pimpinan parpol peserta Pemilukada Purwakarta yang jatuh pada 15 Desember 2012 di aula KPU, Jalan Flamboyan. Mereka diminta menyaksikan penyampaian DPT oleh masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS). Sehingga diharapkan tidak ada lagi komplain ke KPU soal data pemilih karena semua pihak ikut menyaksikan proses rekapitulasi dari semua PPS.

Saat penyampaian DPT oleh PPS, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Purwakarta, Awod Abdul Gadir sempat mempertanyakan selisih data pemilih di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari. Dimana dalam DPS tercantum sekitar 400 orang lebih, namun di DPT membengkak menjadi 900 orang lebih. Penambahan yang mencapai 100% lebih tersebut dinilainya patut dicurigai. “Kita ingin mengetahui mengapa sampai membengkak sebesar itu,” ujar Awod.

Deni pun langsung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Menurut dia, keakurasian DPT sangalah tinggi lantaran verifikasi lapangan dilakukan secara manual dengan cara dari rumah ke rumah. Kendati demikian, pihaknya meminta pimpinan PAN tigkat desa mengecek langsung ke PPS, untuk mencocokan data yang direkap.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas