INILAHKORAN.COM - PENDIDIKAN
twitter facebook
Kamis, 1 November 2012 | 15:19 WIB

140 MI/MTS Garut Berpeluang Terima Bantuan Rehab

Oleh: Zainulmukhtar
140 MI/MTS Garut Berpeluang Terima Bantuan Rehab
Kasi mapenda kemenag kantor kabupaten garut, edi imroni - inilah.com/Zainulmukhtar

INILAH.COM, Garut - Dari total jumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 501 MI/MTs yang ada di Kabupaten Garut, 140 MI/MTs di antaranya masuk nominasi penerima bantuan rehab ruang kelas tahun anggaran 2012.

Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut Edi Imroni, Kamis (1/11).

"Mengenai besarannya bervariasi, bergantung pada tingkat kerusakannya. Kemungkinan yang ringan bantuannya Rp25 juta per madrasah, dan yang rusak berat Rp90 juta per madrasah. Kita belum tahun persis karena SK (Surat Keputusan)-nya dari pusat belum kita terima," ujarnya.

Sebanyak 140 MI/MTs calon penerima bantuan rehab kelas tersebut, lanjut Edi, di luar MI/MTs penerima rehab kelas dari dana alokasi khusus (DAK). Namun Edi yang baru sebulan menjabat sebagai Kepala Seksi Mapenda itu juga mengaku belum mengetahu jumlah MI/MTs yang mendapatkan DAK. Hal itu karena pihaknya belum menerima informasinya dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Edi menyebutkan, tingkat kerusakan masing-masing ruang kelas, baik rusak ringan maupun berat, dilegitimasi dengan hasil analisis tenaga ahli dari Dinas Tata Ruang Permukiman (Distarkim) Kabupaten Garut. Analisis tersebut termasuk analisis RAB (rencana anggaran bangunan) dan gambar.

Jumlah sekolah/madrasah yang berada dalam lingkungan Kementerian Agama Kantor Kabupaten Garut sendiri, tutur Edi, sebanyak 591 madrasah, terdiri atas 256 MI Swasta, 4 MI Negeri, 236 MTs Swasta, 5 MTs Negeri, 6 Madrasah Aliyah (MA) Negeri, dan 84 MA Swasta.

Edi juga mengatakan, selain MI dan MTs, sebanyak 70 MA dari 90 MA yang ada di Kabupaten Garut juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2012. Bantuan berupa bantuan operasional murid (BOM) sebesar Rp15 juta per MA penerima BOM.

Disinggung mengenai adanya keluhan dari sejumlah pengelola madrasah telah mengeluarkan biaya cukup besar untuk menghadiri rapat sosialisasi penerimaan bantuan rehab dan pengurusan analisis kerusakan ruang kelas namun gagal mendapatkan bantuan rehab, Edi mengaku sempat mendengarnya. Namun dia menegaskan hingga kini tak satu pun pihak madrasah datang mengadukan langsung ke kantor.

"Itulah, makanya jangan main janji kalau belum pasti. Coba kalau mengadu langsung ke kita. Masalahnya kan bisa lebih jelas. Sehingga kita juga ada pegangan melakukan tindakannya bagaimana," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Distarkim Kabupaten Garut Diar Cahdiar membenarkan pihaknya mendapatkan permintaan dari Kementerian Agama Kantor Kabupaten Garut untuk melakukan analisis kerusakan ruang kelas di MI/MTs yang ada di Kabupaten Garut.

"Kita juga kewalahan karena jumlah madrasah harus dianalisis banyak, sampai 140-an. Padahal kita juga banyak mendapatkan permintaan serupa dari sejumlah dinas/instansi pemerintah, dan desa/kelurahan. Sedangkan petugas kita sangat terbatas," ujarnya.[jul]

Berita Terkait
Kembali ke atas