INILAHKORAN.COM - POLITIK DAN PEMERINTAHAN
twitter facebook
Jumat, 2 November 2012 | 23:45 WIB

UMK Garut 2013 Belum Diteken Bupati

Oleh: Zainulmukhtar
UMK Garut 2013 Belum Diteken Bupati
Ilustrasi

INILAH.COM, Garut - Pemkab Garut masih belum merekomendasikan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Garut 2013 ke Gubernur Jawa Barat. Meski mengalami kenaikan, besaran UMK Garut 2013 terbilang masih kecil yakni sekitar Rp900 ribu dari sebelumnya sebesar Rp880.000.

"Ada kenaikan, tapi kecil. UMK 2013 jadi sekitar Rp900 ribuan lebih. Saya sendiri belum bisa berbicara banyak. Saya khawatir salah bila hanya saya yang berbicara. Kecuali kalau ada pihak Apindo dan asosiasi buruh. Dewan pengupahan sendiri masih terus mengkajinya, sehingga mungkin saja ada perubahan," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut, Syarifuddin didampingi Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek, Jajang Taufik, Jum'at (2/11/2012).

Menurut Jajang, besaran UMK 2013 akan diserahkan ke Bupati Garut pada Senin (5/11/2012), untuk ditandatangani sebelum direkomendasikan ke Gubernur Jawa Barat.

Meski UMK sudah ditetapkan, beberapa perusahaan di Garut masih sulit untuk menerapkannya. Pasalnya, perusahaan di Kabupaten Garut didominasi industri berskala rumah tangga. Pihaknya sendiri, sulit menindak perusahaan yang tidak membayarkan upah pekerjanya sesuai UMK yang ditetapkan.

"Kalau kita tegur dan diharuskan menerapkan UMK, mereka malah balik berkata, kalau begitu Bapak saja yang menggaji karyawan kami. Kadang mereka juga balik menunjukkan, pegawai di Pemda (Pemerintah Daerah Garut) pun masih ada yang dibayar di bawah UMK. Maksudnya, tenaga honorer Pemda. Padahal masing-masing itu kan ada ketentuannya," jelas Jajang.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah dengan keengganan para pekerja di Garut sendiri untuk mengadu bila gaji mereka masih di bawah UMK. Hal itu karena mereka takut kalau mengadukan nasibnya, yang terjadi malah mereka jadi dipecat pengelola atau pemilik di tempatnya bekerja.

"Para karyawan ini kan akhirnya berpikir, di Garut itu susah cari kerjaan. Daripada dipecat, gaji di bawah UMK pun masih lumayan daripada tidak punya kerjaan sama sekali. Akhirnya, kita juga lebih banyak turun bertindak jika ada pengaduan terkait pegawai yang sekian bulan tidak dibayarkan gajinya, misalnya. Bukan soal besaran UMK-nya," jelasnya.[ang]

Berita Terkait
Kembali ke atas